MITRAPOL.com | Dharmasraya – Sebanyak 225 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Dharmas Indonesia (UNDHARI) resmi dikukuhkan sebagai Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar setelah menyelesaikan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) yang berlangsung pada 29 Juli hingga 4 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan Kampus UNDHARI, Dharmasraya, Sumatera Barat.
Kegiatan mengusung tema “Mewujudkan Pembina Pramuka yang Adaptif, Berkarakter, dan Inovatif dalam Membangun Generasi Unggul di Era Society 5.0”, sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi mahasiswa calon guru melalui pendidikan kepramukaan.
Peserta berasal dari berbagai program studi di FKIP UNDHARI, yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Pendidikan Matematika, Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek), Pendidikan Bahasa Inggris, serta Pendidikan Bahasa Indonesia.
Upacara pembukaan KMD dipimpin oleh Pelaksana Harian Rektor Universitas Dharmas Indonesia, Assoc. Prof. Dr. Amar Salahuddin, M.Pd., dan dihadiri jajaran Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Barat, Kwartir Cabang Dharmasraya, pimpinan FKIP UNDHARI, serta para pelatih kepramukaan.
Dalam sambutannya, Amar Salahuddin menegaskan bahwa KMD merupakan investasi strategis dalam mencetak calon pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, integritas, dan semangat pengabdian.
“Pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi laboratorium kehidupan yang membentuk karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial. Melalui KMD ini kami ingin melahirkan calon guru yang mampu menjadi pembina sekaligus teladan bagi peserta didik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Harian Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Barat, Yulius, S.T., mengapresiasi komitmen FKIP UNDHARI yang secara konsisten menyelenggarakan KMD bagi mahasiswa calon guru.
Menurutnya, program tersebut menjadi langkah strategis untuk mencetak pembina Pramuka yang kompeten dan mampu berperan dalam pembentukan karakter generasi muda di sekolah maupun masyarakat.
Selama satu pekan pelaksanaan, peserta mendapatkan materi teori dan praktik yang meliputi prinsip dasar kepramukaan, Sistem Among, dinamika kelompok, organisasi Gerakan Pramuka, penyusunan program latihan, administrasi gugus depan, scouting skills, hingga praktik membina peserta didik sesuai standar pendidikan kepramukaan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan malam api unggun dan renungan malam yang menjadi simbol penguatan nilai persaudaraan, kepemimpinan, dan pengabdian. Puncaknya, seluruh peserta resmi dikukuhkan sebagai Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar, yang diharapkan mampu menjadi agen pembentukan karakter generasi muda di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.
Melalui program ini, FKIP UNDHARI menegaskan komitmennya dalam mencetak calon guru profesional yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memiliki kompetensi kepemimpinan dan karakter yang kuat untuk menghadapi tantangan era Society 5.0.












