MITRAPOL.com, Pandegkang – Program Indonesia Pintar (PIP) yang digulirkan pemerintah bertujuan untuk menjamin akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, mencegah putus sekolah, serta membantu kebutuhan personal pendidikan seperti seragam, alat tulis, dan buku. Namun, proses pencairan dana PIP melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, disorot sejumlah penerima karena diduga berlangsung lambat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun MITRAPOL.com, sebagian penerima PIP mengaku harus menunggu pencairan dana selama berbulan-bulan, meskipun data persyaratan telah diserahkan sejak Desember 2025. Jadwal pencairan yang disampaikan kepada penerima disebut bervariasi, mulai dari Januari hingga April 2026.
“Saya sudah masukkan data anak saya ke BRI Cabang Labuan sejak Desember 2025. Tapi katanya pencairan baru bulan April 2026,” ujar salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya.
Keterangan serupa juga disampaikan pihak sekolah. Seorang guru sekolah dasar di Kecamatan Pagelaran membenarkan bahwa sejumlah siswanya yang terdaftar sebagai penerima PIP baru dijadwalkan menerima dana pada Maret 2026, meskipun proses administrasi telah dilakukan sejak akhir tahun lalu.
“Kami diminta mendampingi orang tua murid untuk pencairan PIP. Sekolah juga memberikan surat keterangan keaktifan siswa, tapi informasinya memang cairnya bertahap,” ujarnya singkat.
Namun demikian, terdapat pula penerima PIP di wilayah Kecamatan Carita yang mengaku menerima dana lebih cepat dari jadwal yang semula disampaikan.
“Awalnya dikatakan cair April 2026, tapi alhamdulillah ternyata sudah cair Januari 2026 bersama penerima lainnya,” ungkap seorang orang tua murid.
Menanggapi hal tersebut, pihak BRI Cabang Labuan melalui perwakilannya, Linta, menyampaikan bahwa pencairan dana PIP dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Pencairan PIP dilakukan sesuai SOP. Bank menerapkan sistem antrean terjadwal untuk memastikan kenyamanan nasabah, khususnya siswa dan orang tua. Penerima menyerahkan dokumen untuk diverifikasi, kemudian menunggu giliran pencairan sesuai jadwal yang telah ditentukan, guna menghindari penumpukan antrean,” jelas Linta melalui pesan WhatsApp, Senin (2/2/2026).
Ia juga menambahkan bahwa BRI terus menjalin koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan menegaskan bahwa pencairan PIP dapat dilakukan di seluruh unit BRI.
“Pencairan bisa dilakukan di BRI mana saja,” tambahnya.
Sementara itu, Yayan Hendiana, Koordinator Lapangan organisasi Mahasiswa dan Pemuda Progresif (MPP), menyoroti adanya perbedaan jadwal pencairan yang dinilai terlalu lama bagi sebagian penerima.
“Ada yang harus menunggu sampai April 2026. Ini patut dipertanyakan, ada apa dengan BRI Cabang Labuan?” ujar Yayan.
Menurutnya, jika alasan keterlambatan adalah untuk menghindari antrean panjang, seharusnya data penerima bisa didistribusikan ke unit atau kantor cabang pembantu BRI di kecamatan lain, seperti Menes, Panimbang, atau Cikeusik, agar proses pencairan lebih cepat dan merata.
“Bank hanya sebagai penyalur, dananya dari pusat. Tujuan PIP jelas untuk membantu biaya pendidikan. Kalau pencairannya lambat, kapan anak-anak bisa membeli seragam atau perlengkapan sekolah yang sudah tidak layak?” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lanjutan terkait kemungkinan percepatan atau pemerataan jadwal pencairan PIP di wilayah Pandeglang. Masyarakat berharap proses penyaluran dapat dilakukan lebih efektif agar manfaat program PIP dapat dirasakan tepat waktu oleh para penerima.












