MITRAPOL.com, Medan – Pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang digelar Polda Sumatera Utara sejak 2 Februari 2026 menunjukkan capaian positif dalam meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Sumatera Utara.
Berdasarkan data sementara hingga hari ketiga pelaksanaan operasi, angka kecelakaan lalu lintas tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada 2025, tercatat 38 kejadian kecelakaan, sementara pada 2026 jumlahnya menurun menjadi 21 kasus atau turun sebesar 44,7 persen.
Selain fokus pada upaya pencegahan kecelakaan, Operasi Keselamatan Toba 2026 juga menitikberatkan pada penegakan hukum dan peningkatan kesadaran masyarakat melalui pendekatan edukatif. Hingga hari ketiga, jumlah penindakan pelanggaran lalu lintas tercatat sebanyak 1.336 kasus, menurun sekitar 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi lain, penindakan berbasis elektronik melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) justru mengalami peningkatan signifikan. Tercatat sebanyak 242 pelanggaran ditindak melalui ETLE pada 2026, meningkat dari 77 kasus pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini menunjukkan optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam penegakan hukum lalu lintas yang transparan dan akuntabel.
Sementara itu, penindakan non-ETLE mengalami penurunan, seiring dengan meningkatnya pendekatan persuasif melalui pemberian teguran kepada pelanggar. Langkah tersebut dinilai efektif dalam membangun kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.
Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara personel di lapangan dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.
“Data sementara Operasi Keselamatan Toba 2026 menunjukkan tren yang sangat positif. Penurunan angka kecelakaan dan korban menjadi indikator bahwa upaya preemtif, preventif, serta penegakan hukum berjalan efektif. Peningkatan penindakan melalui ETLE juga mencerminkan komitmen Polri dalam menghadirkan penegakan hukum yang modern dan berkeadilan,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan, Rabu (5/2/2026).
Ia menambahkan, Polda Sumatera Utara akan terus mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan operasi, dengan mengutamakan edukasi dan imbauan kepada pengguna jalan.
“Tujuan utama Operasi Keselamatan Toba bukan semata-mata penindakan, melainkan membangun kesadaran kolektif agar keselamatan berlalu lintas menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Operasi Keselamatan Toba 2026 akan berlangsung hingga 15 Februari 2026, dengan fokus pada pencegahan kecelakaan lalu lintas, penegakan hukum yang profesional, serta peningkatan kualitas keselamatan berlalu lintas di seluruh wilayah Sumatera Utara.












