MITRAPOL.com, Surabaya— Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Provinsi Jawa Timur 1 sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan salah satu komitmen pemerintah untuk memperkuat infrastruktur pendidikan sebagai fondasi pencetakan generasi unggul dan berdaya saing.
“Kementerian PU memastikan fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat dibangun secara cepat, tepat, dan berkualitas agar segera dimanfaatkan masyarakat,” kata Menteri Dody dalam keterangan resmi, Sabtu (8/2/2026).
Dibangun di Lima Lokasi, Nilai Proyek Rp1,165 Triliun
Pembangunan permanen Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur 1 dilaksanakan di lima lokasi, yakni:
Kabupaten Gresik
Kabupaten Tuban
Kabupaten Sampang
Kabupaten Jombang
Kota Surabaya
Pekerjaan ini didanai melalui APBN Tahun Anggaran 2025–2026 dengan nilai sekitar Rp1,165 triliun (termasuk PPN). Proyek dikerjakan oleh penyedia jasa Waskita–CAG KSO.
Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur 1 dirancang dengan konsep kawasan pendidikan terpadu, lengkap dengan fasilitas pembelajaran sekaligus hunian.
Fasilitas Lengkap: Sekolah, Asrama, hingga IPAL
Fasilitas yang dibangun mencakup:
Gedung sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA
Asrama siswa putra dan putri
Asrama guru
Gedung serbaguna
Masjid dan gedung ibadah
Lapangan olahraga dan lapangan upacara
Kantin
Ruang terbuka hijau
Sistem pengolahan air limbah (IPAL)
Kontrak pekerjaan telah ditandatangani pada 28 November 2025 dan ditargetkan rampung pada akhir Juni 2026. Dengan target tersebut, kegiatan belajar mengajar diharapkan dapat dimulai pada tahun ajaran 2026/2027.
Tahap II Secara Nasional Dibangun di 104 Lokasi
Secara nasional, pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II dilaksanakan di 104 lokasi yang tersebar di 32 provinsi serta 102 kabupaten/kota.
Program ini ditargetkan mampu menampung sekitar 112.320 siswa dengan total 3.744 rombongan belajar (rombel), terdiri dari:
1.872 rombel SD
936 rombel SMP
936 rombel SMA
Kementerian PU menyatakan pembangunan infrastruktur pendidikan ini diharapkan dapat memperluas akses belajar, memperkuat pemerataan layanan pendidikan, serta mendukung peningkatan kualitas SDM secara berkelanjutan.












