MITRAPOL.com, Jakarta – Pengurus Besar Indonesia Pickleball Federation (PB IPF) mendorong tradisi “ngabuburit pickleball” sebagai upaya memperluas popularitas olahraga tersebut sekaligus mengajak masyarakat menjaga kebugaran selama Ramadan.
Wakil Ketua Umum PB IPF, Harlin Rahardjo, mengatakan pickleball merupakan olahraga ringan yang memadukan unsur bulu tangkis, tenis meja, dan tenis lapangan. Karakter permainannya dinilai cocok dimainkan menjelang waktu berbuka puasa karena tidak terlalu menguras energi.
“Pickleball bisa menjadi alternatif aktivitas ngabuburit yang sehat dan menyenangkan. Intensitasnya relatif ringan, gerakannya aktif, tetapi tetap aman dan minim risiko cedera,” ujar Harlin di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Kegiatan ngabuburit pickleball tersebut melibatkan pengurus IPF dan sejumlah wartawan. Acara berlangsung di VATA Courts, Kemang, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari sosialisasi olahraga yang tengah berkembang di Tanah Air.
Menurut Harlin, momentum Ramadan dimanfaatkan untuk memperkenalkan cara bermain, aturan dasar, serta nilai kebersamaan yang diusung pickleball.
PB IPF juga berencana memperluas fasilitas olahraga dalam waktu dekat. Di Jakarta, pusat olahraga pickleball akan dibuka di kawasan Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, dengan lima lapangan yang diklaim menjadi salah satu yang terbesar di ibu kota.
Selain itu, fasilitas olahraga terpadu Nikavata Sports Lab akan dibuka di Kota Wisata Cibubur, Jawa Barat. Kompleks tersebut direncanakan memiliki dua lapangan pickleball, dua lapangan tenis, dua lapangan padel, kolam renang, serta area gimnastik.
Di sisi kompetisi, IPF menargetkan peningkatan jumlah turnamen komunitas di berbagai daerah serta penyelenggaraan kejuaraan internasional yang melibatkan negara-negara tetangga.
“Hampir setiap bulan kini ada turnamen komunitas. Ke depan, kami ingin mendorong penyelenggaraan di lebih banyak provinsi agar pickleball semakin dikenal luas,” kata Harlin.
IPF juga menilai pickleball potensial dikembangkan di lingkungan sekolah. Ukuran lapangan yang serupa dengan bulu tangkis dan format permainan beregu dinilai memudahkan implementasi di fasilitas pendidikan.
PB IPF berencana mendorong penyelenggaraan kejuaraan antar sekolah sebagai bagian dari pembinaan usia dini. Harlin mengajak berbagai pihak, termasuk media, institusi pendidikan, dan pemerintah daerah, untuk mendukung pengembangan olahraga tersebut agar semakin diminati lintas generasi.












