MITRAPOL.com, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum memastikan kesiapan ruas jalan nasional di Sumatera Barat dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Salah satu jalur utama, yakni koridor Padang–Bukittinggi, dipastikan siap digunakan, termasuk dengan pengoperasian kawasan Lembah Anai selama 24 jam.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan pemerintah terus mempercepat penanganan pada sejumlah titik rawan yang sebelumnya terdampak bencana.
“Jalur Padang–Bukittinggi merupakan koridor utama. Penanganan di titik seperti Lembah Anai dan Sitinjau Lauik terus dipercepat agar perjalanan masyarakat aman dan nyaman,” ujarnya.
Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Kementerian PU menargetkan seluruh ruas jalan nasional dalam kondisi mantap dan bebas lubang (zero pothole) pada H-10 Lebaran.
Upaya yang dilakukan meliputi pemeliharaan rutin, penambalan jalan, hingga peningkatan kualitas perkerasan.
Khusus di kawasan Lembah Anai, yang sebelumnya terdampak bencana, progres penanganan saat ini telah mencapai sekitar 44 persen, dengan pekerjaan pondasi bore pile sekitar 78 persen.
Meski masih dalam tahap pengerjaan, jalur tersebut akan tetap difungsikan selama periode H-10 hingga H+10 Lebaran dan beroperasi 24 jam guna mendukung kelancaran arus lalu lintas.
Sementara itu, pada jalur Sitinjau Lauik yang tengah dibangun flyover, dilakukan rekayasa teknis berupa penyesuaian posisi barrier agar kapasitas jalan tetap optimal selama mudik.
Selain itu, Jembatan Kembar Margayasa juga akan dioperasikan secara maksimal untuk mendukung kelancaran arus kendaraan.
Untuk mendukung kelancaran mudik, Kementerian PU menyiapkan 13 posko mudik di sepanjang ruas jalan nasional di Sumatera Barat yang beroperasi selama 24 jam.
Sebanyak 40 unit alat berat juga disiagakan guna mengantisipasi potensi gangguan seperti longsor, pohon tumbang, dan kondisi darurat lainnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berkomitmen memastikan perjalanan masyarakat selama mudik Lebaran 2026 berlangsung aman, lancar, dan nyaman, khususnya di wilayah Sumatera Barat yang memiliki karakteristik geografis menantang.












