MITRAPOL.com, Brebes – Laporan banjir di ruas Ketanggungan–Pejagan langsung direspons cepat Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dengan turun langsung ke lokasi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (28/3/2026).
Usai meninjau kesiapan arus balik di Gerbang Tol Kalikangkung, Dody Hanggodo tanpa jeda langsung bergerak menuju Brebes dengan cara tak biasa, yakni mengemudikan kendaraan dinasnya sendiri.
Menggunakan mobil Toyota berwarna putih, ia menyusuri ruas Tol Trans Jawa dari Kalikangkung melintasi Kendal, Batang, Pemalang, Tegal hingga Brebes. Perjalanan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk mengevaluasi langsung kualitas jalan tol yang menjadi jalur utama arus mudik dan balik Lebaran 2026.
“Secara umum smooth, keren. Bahu jalan juga oke. Saya tadi sempat coba lewat bahu jalan untuk tes kualitasnya,” ujar Dody.
Setibanya di Brebes melalui Gerbang Tol Pejagan, fokus peninjauan langsung diarahkan ke titik banjir di ruas nasional Ketanggungan–Pejagan yang sebelumnya tergenang akibat limpasan Sungai Babakan.
Soroti Sedimentasi Parah di Muara
Dari hasil pengecekan di lapangan, Menteri Dody menemukan persoalan utama berupa sedimentasi yang cukup parah di aliran sungai. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air melambat meskipun jarak menuju muara relatif dekat.
Ia pun langsung menginstruksikan jajaran Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung untuk melakukan penanganan menyeluruh dengan prioritas pada pembenahan muara.
“Kerjakan muaranya dulu. Itu yang paling cepat dampaknya. Kalau aliran ke laut lancar, air tidak melimpas ke jalan lagi,” tegasnya.
Instruksi tersebut didasarkan pada pengalaman penanganan banjir sebelumnya di Aceh, di mana normalisasi muara terbukti efektif mempercepat aliran air ke laut.
Instruksi Tegas: Bangun Jeti, Bukan Sekadar Keruk
Selain pengerukan sedimentasi, Menteri Dody juga menekankan pentingnya pembangunan struktur jeti di sisi kanan dan kiri muara untuk mencegah sedimentasi kembali.
“Jangan cuma dikeruk. Harus dibangun jeti supaya lumpur tidak kembali masuk ke sungai,” tambahnya.
Penanganan muara ini menjadi bagian dari program pengendalian banjir berskema multiyears. Namun, ia meminta agar pekerjaan di bagian muara diprioritaskan dan ditargetkan rampung lebih cepat pada 2026.
Tinjau Kolam Detensi Penahan Banjir
Usai meninjau sungai, Menteri Dody melanjutkan pengecekan ke kolam detensi di Kedawung dan Padakaton. Infrastruktur ini berfungsi sebagai penampung sementara limpasan air sebelum dialirkan ke sungai utama.
Kombinasi antara optimalisasi kolam detensi dan perbaikan alur sungai diharapkan mampu menekan risiko banjir di wilayah Brebes.
Turun Langsung ke Lapangan
Bagi Menteri Dody, perjalanan dari Kalikangkung ke Brebes bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan upaya memastikan permasalahan ditangani secara konkret.
Pendekatan ini menegaskan bahwa persoalan infrastruktur harus dilihat langsung di lapangan agar solusi yang diambil tepat sasaran dan menyentuh titik paling krusial.












