Uncategorized

Seorang Petani di Blora Ditemukan Meninggal di Lahan Garapan, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan

Admin
×

Seorang Petani di Blora Ditemukan Meninggal di Lahan Garapan, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan

Sebarkan artikel ini
Seorang Petani di Blora Ditemukan Meninggal
Seorang petani lanjut usia bernama Samijan (76) ditemukan meninggal dunia secara mendadak di lahan Perhutani Petak 77 C, RPH Pucung, Dukuh Wadung, Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Rabu (13/5/2026)

MITRAPOL.com, Blora – Seorang petani lanjut usia bernama Samijan (76) ditemukan meninggal dunia secara mendadak di lahan Perhutani Petak 77 C, RPH Pucung, Dukuh Wadung, Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Blora, AKP Midiyono.

Menurut keterangan polisi, korban saat itu tengah berada di lahan garapannya sebelum tiba-tiba mengeluhkan pandangan gelap dan merasa tidak enak badan.

“Korban sempat mengeluh pandangan gelap dan merasa masuk angin, lalu meminta bantuan kepada saksi untuk dikerik,” ujar AKP Midiyono.

Dua saksi, yakni Alif Surini dan Kaswi, kemudian membantu korban. Setelah itu, korban sempat mengaku merasa lebih baik dan meminta kedua saksi untuk pulang.

Namun, tidak lama berselang, saksi kembali melihat korban sudah dalam posisi terbaring dan tidak merespons saat dipanggil. Warga kemudian diberitahu, dan saat diperiksa, korban diketahui telah meninggal dunia.

Mendapat laporan dari Kepala Desa Kedungtuban, Irwan Teguh Pamungkas, petugas Polsek Kedungtuban bersama tim medis dari Puskesmas Kedungtuban langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh Bidan Desa Kedungtuban, Widya Liana, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Kesimpulan sementara, korban meninggal dunia karena sakit. Keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak mengajukan tuntutan kepada pihak manapun,” tambah AKP Midiyono.

Diketahui, korban tinggal seorang diri setelah istrinya meninggal dunia, sementara anak-anaknya berada di luar kota.

Usai proses identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP), jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Polisi juga telah mencatat keterangan para saksi dan membuat laporan resmi terkait kejadian tersebut.