MITRAPOL.com, Demak – Perjalanan menuju puncak kesuksesan tidak selalu ditempuh melalui jalan yang mulus. Kisah itu tercermin dari perjalanan hidup Akhmad Sugiharto yang pernah menghadapi masa sulit, mulai dari penolakan kerja hingga berjualan hasil bumi, sebelum akhirnya dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Demak.
Cerita inspiratif tersebut dibagikan Akhmad Sugiharto saat menjadi pembicara pada Wisuda ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang beberapa waktu lalu.
Di hadapan ribuan wisudawan, ia menceritakan perjalanan hidupnya yang dibangun dari ketekunan, kesabaran, serta semangat pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Akhmad mengisahkan, dirinya merantau ke Malang pada 1991 untuk menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang.
Dalam keterbatasan ekonomi, ia menjalani kehidupan mahasiswa dengan sederhana. Namun, kondisi tersebut tidak menjadi penghalang untuk terus berjuang meraih cita-cita.
Selain fokus menyelesaikan pendidikan, Akhmad juga aktif dalam organisasi kampus dan kehidupan sosial masyarakat. Menurutnya, pengalaman tersebut membentuk kemampuan adaptasi dan ketahanan mental yang sangat berguna dalam kehidupan.
“Di UMM saya belajar bukan hanya soal akademik, tetapi juga bagaimana bertahan dalam situasi sulit dan tetap memiliki semangat untuk terus maju,” ujar Akhmad dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Ujian berat datang setelah ia lulus pada 1997. Berkali-kali melamar pekerjaan namun belum berhasil membuat Akhmad harus mencari cara lain untuk bertahan hidup.
Pada masa itu, ia sempat berjualan hasil bumi—fase yang diakuinya sebagai salah satu titik terberat dalam hidup, namun justru menjadi pelajaran paling berharga.
Dari pengalaman tersebut, Akhmad memahami bahwa kesuksesan tidak dibangun secara instan. Menurutnya, ketekunan, doa orang tua, dan keyakinan untuk terus berusaha menjadi modal utama untuk bangkit.
Perjuangan panjang itu akhirnya membuahkan hasil pada 1998 ketika Akhmad dinyatakan lolos seleksi CPNS dan memulai kariernya di pemerintahan.
Seiring waktu, dedikasi dan kerja kerasnya mengantarkan Akhmad menduduki berbagai posisi strategis hingga dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Demak.
Tak hanya dikenal sebagai birokrat, Akhmad juga memiliki kontribusi penting dalam pembangunan infrastruktur daerah.
Pada 2010, ia menggagas pembangunan jalan beton atau rigid pavement di Demak. Inovasi tersebut dinilai lebih kuat dan tahan lama dibandingkan jalan aspal konvensional, bahkan kemudian diadopsi sejumlah daerah lain di Jawa Tengah.
Bagi Akhmad Sugiharto, keberhasilan sejati bukan soal jabatan atau posisi, melainkan tentang manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
“Kesuksesan sejati bukan diukur dari tingginya posisi yang kita capai, tetapi dari manfaat yang bisa kita hadirkan untuk orang lain,” tegasnya.
Ia pun berpesan kepada generasi muda agar tidak takut menghadapi kegagalan.
Menurutnya, setiap tantangan adalah proses penting untuk membentuk mental tangguh dan karakter kepemimpinan yang kuat.
Kisah hidup Akhmad Sugiharto menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang menuju keberhasilan, selama seseorang memiliki kerja keras, integritas, dan semangat pantang menyerah.












