MITRAPOL.com, Jakarta – Serikat Media Siber Indonesia (Serikat Media Siber Indonesia) dan Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) menjajaki kolaborasi nasional untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara jajaran Pengurus Pusat SMSI dan DPP ABPEDNAS yang berlangsung di Kantor Pusat ABPEDNAS, Jalan Gudang Peluru Raya, Jakarta Selatan, Selasa (20/5/2026).
Delegasi SMSI dipimpin Ketua Umum Firdaus, didampingi Sekretaris Jenderal Makali Kumar, Bendahara Iwan Jalaluddin, serta Wakil Ketua Dewan Penasihat Prof. Dr. Taufiqurochman. Sementara dari pihak ABPEDNAS hadir Ketua Dewan Pengawas Reda Manthovani, Ketua Umum Indra Utama, dan Sekretaris Jenderal Adhitya Yusma Perdana.
Dalam pertemuan tersebut, Firdaus menegaskan kesiapan SMSI mendukung penguatan komunikasi publik dan publikasi program strategis pembangunan desa melalui jaringan media siber yang tersebar di hampir seluruh Indonesia.
“SMSI siap berkolaborasi dengan ABPEDNAS dalam memperkuat publikasi pembangunan desa melalui media anggota kami di berbagai daerah, tentu dengan tetap menjalankan fungsi pers secara objektif, edukatif, dan sebagai kontrol sosial,” ujar Firdaus.
Menurutnya, SMSI yang berdiri sejak 7 Maret 2017 kini menjadi salah satu konstituen Dewan Pers dengan jaringan 3.181 perusahaan media siber di 35 provinsi. Modal jaringan tersebut dinilai strategis untuk mendukung penyebarluasan informasi pembangunan hingga tingkat desa.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS, Reda Manthovani, menyambut positif rencana kolaborasi tersebut. Ia menilai penguatan desa merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan nasional.
“Desa yang kuat membutuhkan kelembagaan yang kuat. BPD harus menjadi garda terdepan dalam memastikan pemerintahan desa berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak kepada rakyat,” tegas Reda.
Ia juga menegaskan pentingnya dukungan lintas sektor, termasuk organisasi pers, dalam mendampingi ABPEDNAS menjalankan fungsi pengawasan dan kemitraan secara profesional dan berintegritas.
Senada dengan itu, Sekjen ABPEDNAS Adhitya Yusma Perdana menyatakan kerja sama dengan SMSI merupakan bagian dari implementasi hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ABPEDNAS, khususnya dalam penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
“Kolaborasi ini menjadi bagian dari semangat gotong royong nasional untuk memperkuat desa sekaligus membangun Indonesia dari akar rumput,” ujarnya.
Selain membahas penguatan kelembagaan desa, ABPEDNAS juga memaparkan sejumlah program kreatif, salah satunya lomba film pendek bertema Jaksa Garda Desa yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya pengawasan desa.
Audiensi ditutup dengan komitmen kedua organisasi untuk menindaklanjuti kerja sama secara konkret melalui pelibatan pengurus daerah masing-masing di seluruh Indonesia.
Kolaborasi SMSI dan ABPEDNAS dinilai menjadi langkah positif dalam memperkuat ekosistem pembangunan desa, terutama melalui sinergi media dan kelembagaan desa yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat.












