JakartaPendidikan

Enam Tahun Mengabdi, PKBM Langgeng Ikhlas Bantu Ratusan Warga Raih Pendidikan

Admin
×

Enam Tahun Mengabdi, PKBM Langgeng Ikhlas Bantu Ratusan Warga Raih Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Enam Tahun Mengabdi, PKBM Langgeng Ikhlas Bantu Ratusan Warga
PKBM Langgeng Ikhlas

MITRAPOL.com, Depok – Pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi. Namun dalam praktiknya, masih banyak masyarakat yang menghadapi berbagai kendala untuk mengakses pendidikan formal, mulai dari keterbatasan ekonomi, faktor usia, hingga kondisi geografis dan sosial yang menyebabkan mereka terpaksa putus sekolah.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, kehadiran lembaga pendidikan nonformal menjadi salah satu solusi nyata untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Salah satunya adalah PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Langgeng Ikhlas yang berlokasi di Jalan Bhakti No. 29, Kelurahan Bojongsari Baru, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok.

Didirikan atas kepedulian terhadap tingginya angka putus sekolah, PKBM Langgeng Ikhlas hadir sebagai ruang belajar alternatif bagi masyarakat yang belum sempat menyelesaikan pendidikan formal. Selama enam tahun terakhir, lembaga ini terus berkomitmen memberikan kesempatan belajar kepada warga yang ingin melanjutkan pendidikan dan memperbaiki masa depannya.

Pendiri sekaligus pengelola PKBM Langgeng Ikhlas, Sofa Yunari, mengatakan lembaga yang dipimpinnya lahir dari keprihatinan terhadap masih banyaknya warga yang kesulitan mengakses pendidikan.

“Masih banyak masyarakat yang memiliki semangat belajar, tetapi terkendala biaya, usia, maupun berbagai faktor lainnya. Karena itu kami berupaya menghadirkan pendidikan yang terbuka dan dapat diakses oleh semua kalangan,” ujarnya. Selasa (2/6/2026).

Berbeda dengan sebagian besar lembaga pendidikan lainnya, PKBM Langgeng Ikhlas menyelenggarakan seluruh program pendidikan secara gratis tanpa memungut biaya dari peserta didik. Program yang tersedia meliputi Paket A setara SD, Paket B setara SMP, Paket C setara SMA, hingga berbagai pelatihan keterampilan.

Seluruh proses pendidikan mulai dari pendaftaran, kegiatan belajar mengajar, penyediaan modul pembelajaran hingga pelaksanaan ujian difasilitasi tanpa biaya.

Meski diselenggarakan secara gratis, kualitas pembelajaran tetap menjadi perhatian utama. PKBM Langgeng Ikhlas menerapkan pendekatan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter dan keterampilan hidup.

Proses pembelajaran dikembangkan melalui tiga aspek utama, yakni kognitif (pengetahuan), psikomotorik (keterampilan), dan afektif atau sikap. Pendekatan tersebut bertujuan membentuk peserta didik yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, etika, dan tanggung jawab sosial yang baik.

Suasana belajar di PKBM Langgeng Ikhlas juga memiliki keunikan tersendiri. Para tutor dan warga belajar terlibat secara aktif dalam mempersiapkan kebutuhan pembelajaran, baik sebelum maupun setelah kegiatan belajar berlangsung. Pola ini membangun semangat kebersamaan, kemandirian, serta rasa memiliki terhadap lingkungan belajar.

Di balik keterbatasan sarana dan fasilitas yang dimiliki, semangat pengabdian para pengelola dan tenaga pendidik tidak pernah surut. Sejak berdiri pada 2020 hingga 2026, PKBM Langgeng Ikhlas tercatat telah meluluskan sekitar 500 warga belajar dari berbagai latar belakang.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan dapat hadir dan menjangkau masyarakat melalui berbagai jalur, termasuk pendidikan nonformal yang selama ini menjadi alternatif bagi mereka yang tidak dapat mengakses sekolah formal.

Perjalanan enam tahun PKBM Langgeng Ikhlas tentu tidak selalu mudah. Berbagai tantangan mulai dari keterbatasan fasilitas hingga kondisi operasional yang serba sederhana harus dihadapi. Namun komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif dan terjangkau terus menjadi motivasi utama.

Bagi ratusan warga belajar yang telah merasakan manfaatnya, PKBM Langgeng Ikhlas bukan sekadar tempat menimba ilmu. Lembaga ini telah menjadi “jembatan asa” yang membantu mereka kembali melanjutkan pendidikan, membuka peluang yang lebih baik, serta mendekatkan langkah menuju cita-cita yang sempat tertunda.