Scroll untuk baca artikel
Nasional

Bendungan Tapin Terisi 68,12 Persen, Kementerian PU Atur Pasokan Air Hadapi Musim Kemarau

Admin
×

Bendungan Tapin Terisi 68,12 Persen, Kementerian PU Atur Pasokan Air Hadapi Musim Kemarau

Sebarkan artikel ini
Bendungan Tapin Terisi 68,12 Persen, Kementerian PU Atur Pasokan Air Hadapi Musim Kemarau
Bendungan Tapin

MITRAPOL.com, Tapin – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengoptimalkan pengelolaan Bendungan Tapin di Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan sektor pertanian selama musim kemarau.

Bendungan yang dikelola Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III tersebut saat ini memiliki volume tampungan sekitar 35,96 juta meter kubik atau 68,12 persen dari kapasitas pada muka air normal.

Pengelolaan tampungan dilakukan untuk menjaga ketersediaan air baku, kebutuhan irigasi, serta aliran sungai di tengah potensi penurunan ketersediaan air selama musim kemarau.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan operasi bendungan dan infrastruktur sumber daya air terus dioptimalkan agar kebutuhan air masyarakat tetap terjaga.

“Kementerian PU terus mengoptimalkan operasi bendungan dan infrastruktur sumber daya air agar kebutuhan air baku, irigasi, dan pengendalian banjir tetap terjaga. Dengan pengelolaan yang optimal, kami memastikan pasokan air bagi masyarakat tetap aman dan berkelanjutan,” kata Dody. Sabtu (8/8/2026).

Dalam pengoperasiannya, Bendungan Tapin menerapkan pola operasi waduk berdasarkan Rencana Tahunan Operasi Waduk dengan mempertahankan elevasi muka air dalam batas operasi normal.

Bendungan tersebut juga mendukung penyediaan air baku dengan kapasitas sekitar 500 liter per detik, sekaligus mempertahankan debit pemeliharaan sungai.

Pengelolaan air dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan kondisi tampungan, debit air yang masuk dari wilayah hulu, serta informasi hidrologi dan prakiraan cuaca. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan pelepasan air dari bendungan.

Kementerian PU juga menerapkan skala prioritas dalam pemanfaatan air. Kebutuhan air baku menjadi prioritas sebelum pemanfaatan untuk irigasi, industri, energi, dan pariwisata.

Selain mendukung kebutuhan air, pelepasan air secara teratur ke sungai dan jaringan irigasi juga diharapkan membantu menjaga kondisi lingkungan di wilayah hilir dan mengurangi risiko kekeringan.

Optimalisasi Bendungan Tapin menjadi bagian dari upaya Kementerian PU menjaga ketahanan sumber daya air sekaligus mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan selama musim kemarau.

Pengelolaan infrastruktur tersebut juga sejalan dengan Visi PU608 yang menekankan pemanfaatan infrastruktur secara produktif dan berkelanjutan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.