MITRAPOL.com, Nabire, Papua Tengah – Persidangan perkara pembunuhan seorang siswi sekolah menengah pertama berinisial CKC di Pengadilan Negeri Nabire, Papua Tengah, Senin (24/8/2026), diwarnai insiden yang menyebabkan sejumlah anggota kepolisian dan masyarakat mengalami luka.
Perkara tersebut melibatkan seorang anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) berinisial A. Persidangan dimulai sekitar pukul 10.30 WIT dan berakhir sekitar pukul 11.00 WIT.
Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., CPHR., mengatakan persidangan pada awalnya berlangsung tertib. Namun, situasi kemudian memanas hingga terjadi insiden di sekitar lokasi persidangan.
Menurut Kapolres, kepolisian telah mengamankan sejumlah orang yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut. Sementara warga dan personel yang mengalami luka telah mendapatkan penanganan.
Kapolres menjelaskan, perkara yang melibatkan anak tersebut disidangkan secara tertutup sesuai ketentuan yang berlaku. Di sekitar lokasi persidangan terdapat pihak keluarga korban, penasihat hukum, serta pihak-pihak terkait lainnya.
Ia meminta seluruh pihak menghormati prosedur hukum dan kebijakan Ketua Pengadilan maupun majelis hakim selama proses persidangan berlangsung.
“Kita semua menginginkan perjalanan sidang ini harus lancar dan memberikan rasa keadilan bagi pihak keluarga korban,” ujar AKBP Samuel Dominggus Tatiratu.
Menurutnya, keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama agar seluruh rangkaian persidangan dapat berlangsung hingga agenda berikutnya, termasuk pembacaan putusan.
Terkait kekecewaan yang disampaikan pihak keluarga korban, Kapolres meminta agar komunikasi dilakukan melalui mekanisme yang baik.
Ia mendorong perwakilan pengadilan maupun panitera memberikan penjelasan kepada keluarga korban mengenai prosedur dan ketentuan yang berlaku selama persidangan.
Kapolres menilai insiden yang terjadi menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak agar kejadian serupa tidak terulang pada agenda persidangan berikutnya.
Ia juga mengapresiasi pihak-pihak yang membantu meredakan situasi ketika insiden berlangsung.
AKBP Samuel Dominggus Tatiratu mengajak seluruh pihak menjaga keamanan, menahan diri, serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
“Kepolisian akan terus berupaya menjaga keamanan agar rangkaian persidangan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.











