Hukum

Laporkan 3 akun FB, Kuasa Hukum Mulya Saputra Nasution: Postingan kata “maling” sebuah tindak pidana

Admin
×

Laporkan 3 akun FB, Kuasa Hukum Mulya Saputra Nasution: Postingan kata “maling” sebuah tindak pidana

Sebarkan artikel ini

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Setelah melaporkan Baba Parfume, merk Parfume yang berada di bawah naungan CV Berkah Anugrah Wangi terkait dugaan tidak memilik IPAL dan Ijin Limbah B3, kini, Mulya Saputra Nasution didampingi kuasa hukumnya dar Kantor Advokat Lubis dan Rekan, melaporkan 3 Akun Facebook (FB) ke Polda Sumatera Utara. Jumat (13/6).

Menurut DR. Khomaini, SH, MH, selaku kuasa hukum Mulya Saputra Nasution menyampaikan bahwa pihaknya telah mendatangi dan membuat laporan di SPKT Polda Sumatera Utara pada Jumat (13/6), dengan laporan dugaan tindak pidana kejahatan informasi dan transaksi elektronik, Undang-undang Nomor 1 tahun 2024 tentang perubahan kedua undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat A.

“Kita telah melaporkan 3 orang pemilik Akun Facebook yang bernama Rian Taruna, Irsyad Topoy dan Muhammad Ilham Afandi atas postingannya video dengan narasi rekam jejak dan sekarang beliau sudah tidak di Baba Parfume artinya dia itu dikeluarkan bukan mengeluarkan diri karena telah maling uang perusahan 2,3 M”. Ketiga Akun ini yang telah kita laporkan,” uajranya.

Lanjut Dosen Fakultas Hukum UPMI ini,”Kata “Maling” yang diposting ketiga akun ke FB tersebut, telah melukai perasaan klientnya, termasuk keluarga dan istri dan anak dari Mulya Saputra Naaution.”

“Seseorang belum bisa dikatakan melakukan sebuah tindak pidana sebelum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (Incracht Van Gewijsde). Dalam hukum, ada azas Presumption of Innocence (Azas Praduga Tak Bersalah). Makanya kita laporkan hal itu ke Poldasu, dengan No LP/B/769/VI/2024/SPKT Polda Sumatera Utara, tanggal 13 juni 2024,” terangnya.

“Karena nyata dalam aturan hukum sesuai dengan Undang-undang ITE, Pasal 27 ayat 1 dan juga Undang-undang Nomor 1 tahun 2024, seseorang yang melanggar ketentuan pasal tersebut, berpotensi dipidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak 1 miliar rupiah, sebagaimana diatur dalam Pasal 45 ayat 1 Undang-undang nomor 1 tahun 2024. kemudian kami juga akan segera melaporkan dua Akun terkait dengan Undang-undang ITE dengan Pasal 27 ayat 1, bernama Akun Jimmy Nazwar Rao dan juga Akun Muhammad FaisalFaisal,” tuturnya.

Khomaini berharap Kapolda Sumatera Utara, terutama Penyidik yang memeriksa perkara ini, agar segera melakukan penyelidikan, penyidikan serta menetapkan ketiga orang pemilik Akun diatas tersebut sebagai tersangka, pungkasnya.

 

Pewarta : Herman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *