MITRAPOL.com, Tasikmalaya – Tokoh nasional asal Tasikmalaya, Dede Farhan Aulawi, mengapresiasi penyelenggaraan lomba memakmurkan masjid yang digelar di daerah tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah positif dalam menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat.
Menurutnya, masjid tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki fungsi strategis dalam membangun akhlak, pendidikan, serta memperkuat solidaritas sosial masyarakat.
“Masjid merupakan pusat kehidupan umat yang menyatukan nilai spiritual dan tanggung jawab sosial. Lomba ini menjadi upaya nyata menghidupkan fungsi tersebut di tengah perkembangan zaman,” ujar Dede, Selasa (21/4/2026).
Ia menegaskan bahwa lomba memakmurkan masjid bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana membangun kesadaran kolektif. Kemakmuran masjid, kata dia, tercermin dari aktifnya kegiatan keagamaan dan sosial di dalamnya.
“Masjid yang makmur bukan hanya megah secara fisik, tetapi juga ramai dengan jamaah, aktif dalam pendidikan, serta hadir sebagai solusi bagi persoalan masyarakat,” tambahnya.
Dede juga menilai, sebagai daerah dengan tradisi keislaman yang kuat, Tasikmalaya memiliki potensi besar menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat. Kegiatan seperti ini dinilai mampu mendorong pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), tokoh masyarakat, dan generasi muda untuk lebih kreatif menghadirkan program bermanfaat.
Program tersebut di antaranya majelis ilmu, santunan sosial, pemberdayaan ekonomi umat, hingga pembinaan karakter generasi muda agar tetap dekat dengan nilai-nilai keagamaan.
Ia juga mengapresiasi peran berbagai pihak dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, hingga masyarakat.
“Memakmurkan masjid adalah tanggung jawab bersama. Sinergi ini penting agar masjid tidak hanya menjadi simbol keagamaan, tetapi benar-benar menjadi pusat kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dampak lomba ini tidak hanya sebatas penilaian kegiatan, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap masjid sebagai ruang bersama.
“Ketika masyarakat nyaman datang ke masjid, anak-anak senang belajar, dan pemuda aktif berkegiatan, maka masjid akan kembali menjadi pusat peradaban,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan serupa terus digalakkan sebagai bagian dari gerakan moral dalam membangun kehidupan umat yang lebih baik.
“Lomba ini bukan sekadar seremonial, tetapi gerakan yang membawa pesan besar. Kemakmuran masjid sejatinya terletak pada hidupnya aktivitas dan kepedulian umat di dalamnya,” pungkasnya.












