MITRAPOL.com, Bukittinggi – Sebanyak 1.000 perempuan Minangkabau dijadwalkan tampil dengan mengenakan busana adat Minang dalam rangkaian International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) 2026 di kawasan Jam Gadang, Bukittinggi, Sumatera Barat, pada Sabtu (6/6/2026) yang akan datang.
Kegiatan bertajuk “1.000 Perempuan Berbusana Minang” ini digagas oleh Perkumpulan Perempuan Minang Indonesia (PPMI) bekerja sama dengan IMLF sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Minangkabau sekaligus pemberdayaan perempuan berbasis adat dan budaya.
Ketua Umum PPMI, Suherni Syam, mengatakan antusiasme peserta sangat tinggi. Hingga penutupan pendaftaran, tercatat sekitar 1.700 calon peserta telah mendaftar dari berbagai komunitas perempuan Minang, baik yang berada di Sumatera Barat maupun perantauan di berbagai daerah Indonesia.
“Sebagai orang Bukittinggi, saya merasa bangga dengan kegiatan ini dan mendukung penuh penyelenggaraan peragaan 1.000 perempuan berbusana Minang. Kami berharap busana adat perempuan Minang yang ditampilkan dapat menjadi perhatian, termasuk di tingkat internasional,” ujar Suherni Syam, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan melestarikan warisan budaya Minangkabau, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan identitas perempuan Minang melalui kecintaan terhadap adat dan budaya.
Selain itu, pelaksanaan acara di kawasan Pasar Ateh Bukittinggi juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal di sektor UMKM dan pariwisata.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa budaya Minangkabau tetap hidup, relevan, dan mampu menjadi daya tarik nasional maupun internasional,” tambahnya.
Acara dijadwalkan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB dan diperkirakan akan menjadi salah satu agenda budaya terbesar dalam rangkaian International Minangkabau Literacy Festival 2026.












