MITRAPOL.com, Jakarta — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggelar Gerakan Irigasi Bersih secara serentak di 38 wilayah Indonesia dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Program tersebut ditujukan untuk menjaga fungsi jaringan irigasi dan ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama menghadapi musim kemarau serta ancaman perubahan iklim. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional.
Menteri PU Dody mengatakan, infrastruktur irigasi yang andal merupakan salah satu fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan. Ketersediaan jaringan irigasi yang baik diharapkan dapat memberikan kepastian pasokan air bagi petani dan mendukung produktivitas lahan.
“Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim,” ujar Dody. Selasa (18/8).
Gerakan tersebut dilaksanakan melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air di 38 Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Sumber Daya Air Arnold A.P. Ritiauw mengatakan, pemeliharaan saluran irigasi diperlukan untuk menjaga kelancaran aliran air sekaligus mencegah berbagai persoalan lingkungan.
“Kebersihan irigasi ini sangat perlu buat kita. Tujuannya untuk menjamin kualitas air baku bagi masyarakat, air irigasi pertanian, mencegah masuknya zat beracun, serta mencegah terjadinya banjir saat turun hujan,” kata Arnold.
Salah satu kegiatan dilaksanakan BBWS Pemali Juana di Saluran Sekunder Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Petugas dan masyarakat membersihkan sampah, gulma, serta sedimen yang mengganggu saluran.
Saluran tersebut mendukung layanan irigasi untuk sekitar 18.740 hektare lahan pertanian. Pembersihan juga diarahkan untuk menjaga efisiensi penggunaan air irigasi.
Kegiatan serupa dilakukan BWS Maluku di Daerah Irigasi (D.I.) Geren-Meten, Desa Waegeren, Kecamatan Lolongguba, Kabupaten Buru. Saluran tersier sepanjang 1.020 meter dibersihkan secara gotong royong.
D.I. Geren-Meten memiliki jaringan sepanjang 4,5 kilometer yang melayani sekitar 400 hektare lahan sawah. Kegiatan melibatkan 98 peserta dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, akademisi, serta Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan Gapoktan Desa Waegeren serta Desa Wanareja.
Kementerian PU menyebut Gerakan Irigasi Bersih sejalan dengan Sasaran Utama PU 608, yang mengarahkan pembangunan infrastruktur agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan kualitas hidup, mendorong produktivitas, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.












