MITRAPOL.com, Jakarta — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan penggantian Jembatan Manyar Lama di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan keandalan infrastruktur jalan nasional.
Penggantian dilakukan karena kondisi struktur jembatan yang mengalami penurunan kualitas dan berpotensi mengganggu keamanan serta kenyamanan pengguna jalan. Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif untuk menjaga konektivitas pada jalur strategis di wilayah Jawa Timur.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa infrastruktur jalan dan jembatan memiliki peran vital dalam mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
“Konektivitas jalan dan jembatan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat dan perekonomian daerah,” ujarnya.
Proyek penggantian Jembatan Manyar Lama memiliki panjang efektif sekitar 80 meter dengan nilai kontrak Rp29,6 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Pelaksanaan konstruksi dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali dengan kontraktor PT Tri Jaya Cipta Makmur dan pengawasan oleh konsultan PT Aria Jasa Reksatama.
Waktu pelaksanaan proyek direncanakan selama 210 hari kalender, dengan masa pemeliharaan selama 365 hari kalender. Proyek ini ditargetkan selesai pada awal September 2026, sementara masa pemeliharaan berlangsung hingga Agustus 2027.
Selama proses konstruksi, Jembatan Manyar Lama ditutup total untuk lalu lintas mulai 1 April hingga 31 Agustus 2026 guna mendukung pembongkaran dan penggantian struktur baja secara menyeluruh.
Sebagai alternatif, arus lalu lintas dialihkan melalui Jembatan Manyar Baru dengan skema dua arah. Pengaturan lalu lintas telah disiapkan dari arah Gresik maupun Lamongan untuk memastikan mobilitas tetap berjalan lancar.
Kementerian PU mengimbau pengguna jalan agar tetap berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama selama masa pengerjaan berlangsung.












