MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mendukung pembangunan Akses Tol Pattimura di Salatiga sebagai bagian dari pengembangan jaringan Jalan Tol Semarang–Solo. Proyek yang dikerjakan oleh PT Trans Marga Jateng ini resmi dimulai pada April 2026.
Pembangunan akses tol tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas menuju pusat Kota Salatiga, sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah sekitarnya.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan jalan tol tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan pembangunan wilayah dan penguatan ekonomi daerah.
“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” ujar Dody. Selasa (12/5/2026).
Akses Tol Pattimura telah direncanakan sejak 2023 dan ditargetkan rampung pada 2027 dengan total nilai investasi sebesar Rp113,35 miliar. Proyek ini memiliki panjang total 1,66 kilometer yang terdiri atas ramp on sepanjang 661 meter, ramp off sepanjang 998 meter, serta penanganan Jalan Pattimura sepanjang 555 meter.
Saat ini, pekerjaan memasuki tahap awal berupa pembersihan dan perataan lahan sebelum dilanjutkan ke pekerjaan struktur utama. Dari total kebutuhan lahan seluas 18.731 meter persegi, progres pembebasan lahan telah mencapai 97,33 persen.
Secara teknis, pembangunan mencakup 15 unit box culvert, tiga unit box underpass, satu unit secant pile, serta empat unit dinding penahan tanah (DPT). Jalur ramp on dirancang satu lajur satu arah dengan lebar delapan meter, sedangkan ramp off terdiri atas dua lajur satu arah dengan lebar 10,15 meter.
Akses Tol Pattimura berada di KM 451–452 ruas Tol Semarang–Solo. Nantinya, akses ini dapat digunakan kendaraan dari arah Semarang maupun Jakarta menuju pusat Kota Salatiga, dan sebaliknya. Sementara kendaraan dari arah Solo dan Surabaya tetap menggunakan Gerbang Tol Salatiga yang sudah beroperasi.
Dengan adanya akses baru ini, kendaraan dari arah Semarang tidak perlu lagi memutar jauh untuk masuk ke pusat kota, sehingga efisiensi waktu tempuh dan kelancaran arus lalu lintas dapat meningkat secara signifikan.
Pemerintah memastikan pembangunan dilakukan sesuai standar pelayanan minimal jalan tol dengan prinsip tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya. Koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan badan usaha jalan tol juga terus diperkuat agar proyek berjalan optimal.
Selain meningkatkan mobilitas masyarakat, proyek ini diharapkan mampu mendorong pengembangan kawasan produktif di Salatiga dan sekitarnya, khususnya sektor perdagangan, pariwisata, logistik, serta investasi daerah.
Sebagai informasi, Jalan Tol Semarang–Solo merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang dikelola Jasa Marga melalui PT Trans Marga Jateng, dengan total panjang ruas mencapai 72,95 kilometer.












