MITRAPOL.com, Miangas – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Pulau Miangas, Sabtu (9/5/2026), guna meninjau langsung kondisi wilayah perbatasan sekaligus memastikan peningkatan layanan dasar bagi masyarakat di daerah terluar Indonesia.
Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat pembangunan nasional yang merata, khususnya di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Dalam agenda kunjungan itu, Presiden Prabowo bersama jajaran Kabinet Merah Putih meninjau sejumlah fasilitas publik, di antaranya SMK Negeri 2 Talaud dan Puskesmas Miangas, sekaligus berdialog langsung dengan warga setempat.
Presiden menegaskan, pemerintah berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dasar, termasuk renovasi fasilitas pendidikan serta penguatan layanan kesehatan di wilayah perbatasan.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga memperkenalkan Menteri PU Dody Hanggodo kepada masyarakat Miangas yang menyambut kunjungan pemerintah pusat dengan antusias.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa kementeriannya siap menjalankan arahan Presiden untuk memperkuat infrastruktur dasar dan konektivitas di wilayah perbatasan demi mendukung pelayanan publik yang lebih baik.
“Infrastruktur harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung konektivitas, pelayanan dasar, dan pemerataan pembangunan hingga wilayah terluar,” ujar Dody.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan nasional.
Di wilayah Kepulauan Talaud dan sekitarnya, Kementerian PU terus melakukan penguatan infrastruktur melalui preservasi jalan nasional, pengamanan garis pantai, serta pengelolaan sumber daya air untuk mendukung mobilitas dan aktivitas masyarakat.
Dody menegaskan, Kementerian PU akan terus mendorong pembangunan infrastruktur yang inklusif dan berkelanjutan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil hingga pelosok negeri.
“Wilayah terluar adalah beranda terdepan Indonesia. Karena itu, pembangunan di kawasan ini harus menjadi prioritas,” tegasnya.












