Uncategorized

Ketum MASDA Jabar Anton Charliyan: Majalengka Pernah Lahirkan Tiga Kerajaan Besar

Admin
×

Ketum MASDA Jabar Anton Charliyan: Majalengka Pernah Lahirkan Tiga Kerajaan Besar

Sebarkan artikel ini
Ketum MASDA Jabar Anton Charliyan
Ketum MASDA Anton Charliyan saat menghadiri peringatan Milangkala ke-1 Paguyuban Budaya Dangiang Rundayan Talaga di kawasan Wisata Gununglaya Argasari, Talaga Banjaran, Kabupaten Majalengka, Rabu (13/5/2026).

MITRAPOL.com, Majalengka – Ketua Umum Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat, Anton Charliyan, menegaskan bahwa Kabupaten Majalengka memiliki modal sejarah dan budaya yang kuat untuk menjadi salah satu pusat pemajuan kebudayaan di Jawa Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan Anton Charliyan saat menghadiri peringatan Milangkala ke-1 Paguyuban Budaya Dangiang Rundayan Talaga di kawasan Wisata Gununglaya Argasari, Talaga Banjaran, Kabupaten Majalengka, Rabu (13/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Bupati Majalengka Eman Suherman, unsur pemerintah daerah, anggota DPRD, tokoh budaya, kepala desa, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan dan komunitas budaya dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Anton Charliyan, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Paguyuban Dangiang Rundayan Talaga, menilai Majalengka memiliki kekuatan historis yang tidak dimiliki banyak daerah lain di Jawa Barat.

“Majalengka memiliki nilai historis luar biasa karena pernah menjadi tempat lahirnya tiga kerajaan besar Sunda, yakni Kerajaan Talaga Manggung, Kerajaan Rajagaluh, dan Kerajaan Sindangkasih. Ini menunjukkan bahwa sejak dahulu wilayah ini telah memiliki sistem budaya dan peradaban yang kuat,” ujarnya.

Menurut Anton, potensi sejarah tersebut harus menjadi landasan untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendorong pembangunan berbasis kearifan lokal.

Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemajuan budaya daerah melalui semangat “Langkung Sae”, yang menjadi bagian dari visi pembangunan Kabupaten Majalengka.

Ia menyebut Majalengka memiliki banyak aset budaya dan pariwisata yang dapat dikembangkan, mulai dari Museum Talaga Manggung, situs-situs budaya, seni tradisional, batik khas daerah, hingga potensi wisata alam yang tersebar di berbagai wilayah.

“Pemajuan budaya harus menjadi bagian dari pembangunan daerah. Dengan potensi yang dimiliki, Majalengka harus bisa lebih maju dan lebih baik dalam menjaga sekaligus mengembangkan warisan budayanya,” kata Eman.

Kegiatan Milangkala tersebut menampilkan beragam pertunjukan seni tradisional seperti pencak silat, debus, dan tari jaipong yang disambut antusias masyarakat.

Panitia penyelenggara menyebut peringatan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antarbudayawan sekaligus membangun kesadaran bersama untuk menjaga warisan budaya Sunda di tengah perkembangan zaman.