Nasional

Progres Capai 65 Persen, Menteri Dody Optimistis Sekolah Rakyat Nagan Raya Mulai Terima Siswa Tahun Ajaran 2026

Admin
×

Progres Capai 65 Persen, Menteri Dody Optimistis Sekolah Rakyat Nagan Raya Mulai Terima Siswa Tahun Ajaran 2026

Sebarkan artikel ini
Progres Capai 65 Persen
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo saat memberikan keterangannya kepada awak media usai meninjau langsung lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Nagan Raya, Minggu (14/6/2026).

MITRAPOL.com, Nagan Raya – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Meski menghadapi tantangan distribusi material akibat keterbatasan akses transportasi, pemerintah optimistis fasilitas pendidikan terpadu tersebut dapat mulai digunakan pada tahun ajaran baru Juli 2026.

Optimisme tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo saat meninjau langsung lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Nagan Raya, Minggu (14/6/2026).

Menurut Dody, progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 65 persen dan terus dikebut agar fasilitas utama dapat difungsikan sesuai target.

“Hari ini progresnya sudah mencapai 65 persen. Sudah cukup baik. Kita kejar agar akhir Juni fasilitas utama bisa fungsional untuk jenjang SD, SMP, dan SMA sehingga peserta didik dapat mulai masuk sekolah pada Juli 2026,” ujar Dody.

Menteri Dody menjelaskan, tantangan terbesar dalam pembangunan Sekolah Rakyat Nagan Raya adalah distribusi material konstruksi yang harus didatangkan dari luar daerah, terutama dari Medan dan Jakarta.

Selain jalur darat yang cukup berat dan memerlukan waktu tempuh panjang, fasilitas bandara di wilayah tersebut juga belum sepenuhnya mendukung operasional pesawat angkut berkapasitas besar.

“Suplai material melalui jalur darat memang cukup berat. Sementara bandara yang ada saat ini belum sepenuhnya dapat digunakan untuk pesawat angkut besar seperti Hercules. Namun penyedia jasa konstruksi akan berupaya memaksimalkan angkutan udara karena itu merupakan opsi yang paling cepat,” jelasnya.

Untuk mempercepat penyelesaian proyek, kontraktor pelaksana, PT Waskita Karya (Persero), disebut akan mengoptimalkan berbagai moda transportasi yang tersedia agar kebutuhan material tetap terpenuhi sesuai jadwal pembangunan.

Dody menegaskan, apabila terdapat beberapa fasilitas pendukung yang belum selesai sepenuhnya akibat kendala distribusi material, pemerintah akan memprioritaskan penyelesaian sarana utama yang mendukung proses belajar mengajar.

Penyempurnaan fasilitas lainnya akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh kompleks pendidikan dapat beroperasi secara optimal.

“Apabila masih ada beberapa fasilitas yang belum selesai karena kendala logistik, yang penting sekolah bisa terlebih dahulu berfungsi. Setelah itu penyempurnaan akan dilakukan secara bertahap sampai seluruh fasilitas dapat beroperasi penuh,” katanya.

Sekolah Rakyat Nagan Raya dibangun di atas lahan seluas 8,1 hektare dan dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu dengan berbagai fasilitas penunjang modern.

Kompleks pendidikan tersebut akan dilengkapi dengan: Gedung pembelajaran jenjang SD, SMP, dan SMA; Laboratorium Biologi; Masjid; Gedung serbaguna; Lapangan upacara; Lapangan mini soccer; Lapangan basket; Asrama siswa; Kantin; dan Rumah susun guru.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Aceh.

Jika telah beroperasi penuh, Sekolah Rakyat Nagan Raya diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.088 siswa dari berbagai wilayah di Aceh.

Pemerintah berharap keberadaan sekolah ini dapat menjadi salah satu pusat pendidikan unggulan yang mendukung pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat di kawasan Aceh Barat dan sekitarnya.

Selain meningkatkan kualitas layanan pendidikan, pembangunan Sekolah Rakyat juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan yang layak dan berkualitas hingga ke daerah-daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana pendidikan.