Nusantara

Dugaan pungutan 1 Juta persertifikat, warnai Program PTSL di Desa Caringin Labuan

Admin
×

Dugaan pungutan 1 Juta persertifikat, warnai Program PTSL di Desa Caringin Labuan

Sebarkan artikel ini
ilustrasi by google

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) adalah proses pendaftaran tanah untuk pertama kalinya yang dilakukan secara serentak dan meliputi semua objek pendaftaran tanah yang belum didaftarkan dalam suatu wilayah desa atau kelurahan.

Program PTSL adalah program unggulan presiden Jokowi sejak tahun 2016 dimana program ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum kepemilikan hak atas tanah dan bangunan oleh masyarakat Indonesia, melalui kementrian ATR/BPN pemerintah memberikan kemudahan bagi setiap masyarakat untuk menjadi peserta program PTSL .

Sesuai dengan Surat Keputusan Bersama 3 Menteri, yaitu Menteri ATR/BPN, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Kepala Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Magetan, Suwono Hadi Purnomo, memastikan jika biaya pengurusan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) wilayah Jawa – Bali sebesar Rp 150 ribu.

Hal itu berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga Menteri (Menteri ATR/BPN, Mendagri, dan Menteri PDTT) Nomor 25/SKB/V/2017, Nomor 590-3167A Tahun 2017, Nomor 34 Tahun 2017 Tentang Pembiayaan Persiapan Pendaftaran Tanah Sistematis.

Namun beredar rumor kalau di desa Caringin terdengar untuk biaya pembuatan sertifikat tanah yang ikut program pemerintah yakni PTSL diwarnai adanya pungutan dengan jumlah fantastis yakni mencapai 1 juta rupiah.

Menggali hal tersebut, awak media mencoba mencari informasi kebenaran atas rumor dengan jumlah pungutan 1 juta tersebut , berdasarakan informasi yang ikut program PTSL didesa Caringin membenarkan dirinya dipintai 1 juta tapi belum diserahkan.

Dugaan pungutan ini dikatakan dari sumber yang enggan namanya disebutkan ini membenarkan dirinya saat pengajuan dipintai biaya sebanyak satu juta rupiah dan belum diberikan.

Betul untuk informasi yang bapak denger itu benar, saya pada saat pengajuan pembuatan sertifikat tanah saya yang ada di Caringin dipintai 1 juta rupiah dan tidak saya berikan dan pada saat itu saya alasannya sudah berbicara dengan kepala desa Caringin. Terangnya ke awak media melalui telepon whatsapnya, Jumat (8/2/24).

Saya sebenarnya tinggalnya bukan di desa Caringin, tapi saya memiliki sebidang tanah di desa Caringin, saya mendengar adanya program PTSL ataupun pembuatan sertifikat tanah gratis dari pemerintah, saya langsung datang kekantor desa pada saat itu untuk pengajuan ikut program PTSL dan saat itu juga saya dipintai sejumlah 1 juta katanya sih untuk biaya PTSL. Dan saya jujur tidak mau memberikannya, dan alasan saat itu saya bilang saja sudah ngobrol dengan bapak kepala desa Sendiri. Lanjutnya.

Ditegaskanya, Saya untuk biaya satu juta tersebut pasti tidak saya berikan, yang jelas aturan Menteri juga biayanya hanya 150 ribu sampai 250 ribu, tapi jika mereka menahan sertifikat saya karena saya tidak memenuhi sesuai permintaan mereka saya pasti juga akan minta dasar hukumnya.

Menggali informasi dari salah satu RT yang ada di kampung Siruang yang membenarkan bahwa adanya biaya pembuatan sertifikat tanah melalui program PTSL di desa Caringin diwarnai biaya yakni dari 500 ribu sampai 1 juta rupiah.

Ia pak, adapun biaya itu hasil dari musyawarah antara RT RW dan perangkat desa waktu itu dan untuk sisosialisasikan terhadap masyarakat, ucap Deri

Jadi tidak semuanya pak, bagaimana kelengkapannya saja, jika sudah memiliki AJBnya hanya 500 ribu pak, lanjutnya.

Ketika dipertanyakan aturan untuk SK 3 Menteri bahwa Deri mengakui biayanya hanya 150 ribu, dan untuk lebih jelasnya mengarahkan untuk menghubungi panitia dalam program PTSL di desa Caringin.

Ia pak, untuk lebih jelasnya silahkan bapak hubungi ketua panitia saja, nanti saya kirimkan nomor whatsap beliau, ucap Deri.

Sementara itu, melalui telepon whatsap nya Agus selaku panitia untuk program PTSL didesa Caringin membenarkan ada biaya dan itu hasil musyawarah.

Ia pak, untuk anggaran dari 500 ribu sampai 1 juta itu bagaimana kelengkapan suratnya dan itu dan itu berdasarkan hasil musyawarah.

Jadi, kalo dia memeliki AJB berarti biayanya hanya 500 ribu. Dan jika belum ada ataupun masih ada yang harus diurus misalnya yang belum memiliki AJB yah 1 juta Rupiah.

Jadi untuk lebih jelasnya bapak silahkan kepihak desa saja, saya hanya sebagai panitia saja, singkat Agus.

Sementara itu, awak media datang kekantor desa Caringin untuk meminta keterangan lebih lanjut atas biaya ini, sampai pemberitaan ini ditayangkan, belum menemui kepala desa dan awak media ketemu dengan sekretaris desa Caringin.

“Untuk PTSL desa Caringin sudah berjalan dengan jumlah 941 yang mengajukan.Untuk biaya yang 500 ribu sampai 1 juta sudah disepakati pak , Sebelumnya sudah di sosialisaikan pak, tapi untuk terkait PTSL saya tidak bisa berkomentar lebih banyak pak, nanti aja langsung ke kepala desa saja pak,” singkatnya.

 

TIM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *