Hukum

Saat disidak, Pengelola pabrik Oli Palsu ini sebut nama oknum Pati Mabes Polri

Admin
×

Saat disidak, Pengelola pabrik Oli Palsu ini sebut nama oknum Pati Mabes Polri

Sebarkan artikel ini

MITRAPOL.com, Tangerang Banten – Saat dilakukan sidak di salah satu Gudang di daerah Jati Uwung Kota Tangerang, pengelola menyebutkan nama oknum Perwira Tinggi di Mabes Polri, berpangkat Brigjen.

Hal itu diungkapkan Ketua Team investigasi Lentera Masyarakat Banten, saat dirinya bersama Anggota Garnisun 0506 dan Propam Mabes Polri menyidak sebuah gudang di daerah Jati uwung Kota Tangerang, di Jl. Kalisabi No. 2. Rt. 03 Re. 017 Kel. Uwung Jaya Kota Tangerang. Jumat (26/04/2024).

Dalam sidak ini berhasil ditemukan sejumlah Oli yang sudah dikemas kebeberapa merek terkenal seperti Yamalube dan MPX10.

“Kita sudah kordinasi kepenegak hukum yang tugas di Mabes Polri,” sebut Heri yang mengaku sebagai pengurus pabrik oli palsu itu kepada Dores melalui telepon saat dimintai keterangan di lokasi.

Dari hasil dokumentasi di dalam Gudang terlihat kemasan oli siap edar, dan dapat dipastikan tempat tersebut menjadi pabrik yang memproduksi pelumas oli merek palsu.

Sekilas kondisi pergudangan terlihat sepi dan tertutup, namun tak disangka, ternyata Gudang ini menjadi lokasi pabrik oli palsu merek terkenal.

Sebelumnya pada bulan Maret 2024 pihak kepolisian sudah menggrebek gudang tersebut dan mempolice linenya, namun kini pengelolaan masih tetap berjalan.

Dari keterangan sumber yang tidak ingin disebut jati dirinya, dikatakan kalau gudang tersebut masih beroperasi dan memproduksi oli palsu.

Para pekerja saat melakukan pengoplosan berjumlah kurang lebih 20 orang dan bekerja pada malam hari, di gudang yang telah di Police Line.

Bahkan si pemilik yang disebut sebut berinisial ‘Satr**’ masih berstatus tersangka di Mabes Polri pada saat penggrebekan dilakukan pada bulan Maret 2024 lalu.

“Mereka tetap produksi, bisanya dikerjakan pada malam hari. Pekerja nya 20 orang, jadi kalau ada polisi yang datang nanti Police Linenya dipasang balik. Bahkan gudang mereka bukan cuma ini, tapi ada tiga. Ada di Cikupa dan di daerah bekasi, gudang ini yang paling kecil produksinya,” kata sumber di lokasi.

Ketua Umum Lentera masyarakat Banten, Lis Sugianto, SH,’ mengatakan pihanya meminta pertanggung jawaban Kapolri, atas dugaan adanya keterlibatan jajarannya dalam melindungi pelaku kejahatan.

Menurutnya, memalsukan merek adalah perbuatan melanggar hukum. Dimana para pelaku dapat dijerat dengan pasal 82 ayat 1 junto pasal 8 ayat 1 huruf A dan E, UU nomor 8 tahun 1999, tentang perlindungan konsumen, serta pasal 100 ayat 1 UU No.25. Apalagi pemilik usaha oli palsu ini masih status tahanan luar, namun bisa melenggang dari ruangan Tipider Mabes Polri yang tengah menangani kasusnya.

“Kita minta Kapolri untuk menindak tegas oknum yang diduga memback up pengusaha oli palsu ini. Cukuplah peristiwa Sambo yang membuat institusi Polri tersandung, jangan lagi ada Sambo ke dua. Biarkan masyarakat percaya kepada Polri sebagai penegak hukum dan terwujud nya Polri Presisi,” kata Sugi kepada awak media usai sidak, Selasa (30/04/2023).

 

Pewarta : Shemy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *