MITRAPOL.com, Jakarta — Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (Fikom UMB) mendorong perubahan pola penggunaan media sosial di kalangan pelajar melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMKN 47 Jakarta Selatan. Kegiatan ini bertujuan menggeser peran siswa dari sekadar konsumen menjadi kreator konten yang produktif dan bernilai.
Program yang berlangsung pada Selasa (5/5/2026) tersebut merupakan bagian dari agenda yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMB tahun 2026. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi sebagai pelaksana utama.
Mengusung tema “Pemberdayaan Melalui Media Sosial: Dari Konsumen menjadi Kontributor”, kegiatan ini turut menghadirkan akademisi dari Universiti Sains Islam Malaysia, Muhammad Raqib Mohd Sofian, bersama jajaran dosen Fikom UMB.
Dekan Fikom UMB, Ahmad Mulyana, menilai ketergantungan generasi muda sebagai konsumen pasif media sosial berpotensi membentuk identitas digital yang dangkal.
“Selama ini banyak pengguna berhenti pada tahap menikmati konten. Padahal, setiap interaksi di media sosial mencerminkan identitas digital. Dari situ seharusnya berkembang menjadi produksi konten yang lebih bermakna,” ujarnya.
Ia menegaskan, produksi konten orisinal kini menjadi kebutuhan penting untuk membangun reputasi dan daya saing di era digital. Konten yang edukatif dan inspiratif dinilai mampu mengimbangi dominasi konten hiburan yang minim nilai.
Sementara itu, Muhammad Raqib Mohd Sofian menyoroti kuatnya dorongan monetisasi dalam ekosistem digital saat ini. Menurutnya, algoritma platform media sosial cenderung mengarahkan pengguna pada pola produksi konten yang mengejar keterlibatan (engagement).
“Media sosial bukan hanya ruang ekspresi, tetapi juga arena ekonomi. Setiap konten memiliki potensi menghasilkan nilai, baik secara sosial maupun finansial,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Afdal Makkuraga Putra menekankan munculnya fenomena prosumer, yakni individu yang berperan sebagai produsen sekaligus konsumen informasi.
“Batas antara audiens dan kreator kini semakin kabur. Jika siswa tidak didorong menjadi produsen, mereka akan tetap berada di posisi pasif dan rentan terhadap arus informasi,” katanya.
Kegiatan ini melibatkan sedikitnya 12 dosen Ilmu Komunikasi UMB, yaitu, Rizki Briandana, Nur Kholisoh, Nurhayani Saragih, Heri Budianto, Rahman, Enjang Pera Irawan, Farid Hamid, Leila Mona Ganiem, Henni Gusfa, dan Achmad Jamil.
Melalui program ini, Fikom UMB menegaskan peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu, tetapi juga sebagai agen perubahan yang aktif membentuk ekosistem digital yang lebih produktif, kritis, dan berdaya saing di kalangan pelajar.












