MITRAPOL.com, Manokwari – Polda Papua Barat terus memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP) melalui program penangkaran benih dan penanaman jagung bagi petani milenial OAP di SP 5 Macuan, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol. Dr. Sulastiana, M.Si., GRGP., CHCM., CRPP., serta dihadiri pejabat utama Polda Papua Barat, mahasiswa, Dinas Pertanian, dan kelompok tani di wilayah Papua Barat.
Dalam kegiatan itu, Polda Papua Barat menyerahkan bantuan benih jagung kepada kelompok tani sekaligus melakukan penanaman perdana bersama masyarakat dan petani setempat.
Wakapolda Papua Barat mengatakan program penangkaran benih jagung merupakan langkah strategis untuk membangun kemandirian pertanian di Papua Barat sekaligus meningkatkan keterlibatan generasi muda OAP dalam sektor pertanian modern.
Menurutnya, program tersebut lahir dari kondisi riil di lapangan, di mana Papua Barat masih menghadapi keterbatasan ketersediaan benih unggul. Selain itu, sektor pertanian dinilai masih didominasi tenaga kerja dari luar Papua.
“Melalui kolaborasi antara Polda Papua Barat dan Dinas Pertanian, kami ingin mendorong keterlibatan aktif masyarakat, khususnya petani milenial OAP, agar mampu menjadi pelaku utama dalam pengembangan pertanian modern di Papua Barat,” ujar Sulastiana.
Dalam program tersebut, Polda Papua Barat memfasilitasi distribusi sekitar 3 ton benih jagung kepada 178 petani yang tergabung dalam delapan kelompok tani di wilayah Papua Barat.
Program itu juga melibatkan sekitar 20 mahasiswa, 11 kelompok tani di Distrik Masni, serta masyarakat OAP sebagai bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan pertanian daerah.
Sulastiana turut mengapresiasi masyarakat yang telah menyediakan lahan untuk mendukung pelaksanaan program penangkaran benih dan penanaman jagung tersebut.
Pada tahap awal, lahan seluas 1,5 hektare disiapkan untuk penanaman jagung dengan estimasi hasil panen mencapai sekitar 5 ton.
Selain fokus meningkatkan produksi pertanian, para petani juga didorong memahami teknik budidaya, pengelolaan benih, hingga pengembangan pertanian berkelanjutan.
“Polda Papua Barat hadir sebagai fasilitator untuk membantu masyarakat, khususnya petani OAP, agar mendapatkan dukungan dan akses dalam pengembangan sektor pertanian,” ungkapnya.
Ia juga berpesan kepada para petani milenial OAP agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik dan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.
“Kita ingin melahirkan petani-petani muda OAP yang mampu menginspirasi, bukan hanya menanam jagung, tetapi juga menanam pengetahuan dan semangat membangun pertanian Papua Barat,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Gudug Kurniawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa program ketahanan pangan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
“Polda Papua Barat tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berupaya hadir di tengah masyarakat melalui program-program yang produktif dan bermanfaat. Program penangkaran benih jagung ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian petani OAP sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujarnya.
Program penangkaran benih dan penanaman jagung itu diharapkan terus berkembang guna melahirkan petani yang mandiri, produktif, dan berdaya saing dalam mendukung ketahanan pangan di Papua Barat.












