NusantaraPendidikan

Ini Tahapan SPMB 2026 di SMKN 13 Pandeglang, Kepala Sekolah Ungkap Keunggulan Pendidikan SMK

Admin
×

Ini Tahapan SPMB 2026 di SMKN 13 Pandeglang, Kepala Sekolah Ungkap Keunggulan Pendidikan SMK

Sebarkan artikel ini
Tahapan SPMB 2026 di SMKN 13 Pandeglang
Kepala SMKN 13 Pandeglang, H. Muchammad Wahyu Surya Sukma Sejati, M.Pd, saat memberikan penjelasan kepada awak media, Senin (22/6/2026)

MITRAPOL.com, Pandeglang – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Banten resmi dibuka secara daring melalui portal resmi SPMB Banten. Proses seleksi dirancang untuk menjaring calon peserta didik yang memiliki kemampuan akademik, minat, dan bakat sesuai kompetensi keahlian yang dipilih.

Salah satu sekolah yang membuka pendaftaran adalah SMK Negeri 13 Pandeglang yang berlokasi di Jalan Raya Pasirgadung, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kepala SMKN 13 Pandeglang, H. Muchammad Wahyu Surya Sukma Sejati, M.Pd, menjelaskan bahwa proses penerimaan peserta didik baru diawali dengan tahapan pra-pendaftaran berupa validasi data dan aktivasi akun melalui portal resmi SPMB menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan token yang telah disediakan.

“Calon peserta didik harus berusia maksimal 21 tahun per 1 Juli 2026, merupakan lulusan SMP atau sederajat, serta menyiapkan dokumen administrasi seperti Kartu Keluarga dan Ijazah atau Surat Keterangan Lulus,” ujar Wahyu, Senin (22/6/2026).

Ia menjelaskan, sistem seleksi SMK Negeri di Banten mengacu pada beberapa komponen penilaian, yakni rata-rata nilai rapor selama lima semester dengan bobot 30 persen, tes kemampuan akademik sebesar 20 persen, dan tes minat serta bakat sebesar 50 persen.

Selain itu, terdapat beberapa jalur penerimaan, yaitu Jalur Afirmasi sebesar 15 persen bagi calon peserta didik dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas, Jalur Domisili Terdekat sebesar 10 persen, serta Jalur Prestasi dan Umum yang didasarkan pada hasil penilaian akademik dan tes seleksi.

Menurut Wahyu, pendidikan kejuruan memiliki keunggulan dalam menyiapkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja maupun berwirausaha.

“SMK dirancang untuk mencetak lulusan yang siap kerja, mandiri, dan kompeten. Keunggulan utama pendidikan vokasi terletak pada kurikulum yang berorientasi pada keterampilan praktis atau hard skill, adanya program Praktik Kerja Lapangan (PKL), serta kesiapan peserta didik untuk langsung terjun ke dunia industri,” katanya.

SMKN 13 Pandeglang saat ini membuka tiga program keahlian, yaitu:

  1. Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ);
  2. Teknik Sepeda Motor (TSM);
  3. Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH).

Pihak sekolah juga mengimbau calon peserta didik untuk mempersiapkan dokumen digital yang menjadi persyaratan pendaftaran, antara lain Kartu Keluarga (KK) yang telah dilengkapi barcode, Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), rapor semester satu hingga lima, Surat Keterangan Lulus atau ijazah, pasfoto berlatar merah, serta foto swafoto di depan rumah dengan fitur geotagging.

Pengumuman hasil seleksi dan proses daftar ulang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni hingga awal Juli 2026.

Kepala SMKN 13 Pandeglang berharap proses SPMB tahun ini dapat menjaring peserta didik yang memiliki semangat belajar tinggi dan siap mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri.