MITRAPOL.com, Jakarta – Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Perjuangan, Ali Mahsun ATMO, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan program strategis yang perlu terus dijalankan karena dinilai memiliki dampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi rakyat.
Menurut Ali, kedua program tersebut sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yakni menghadirkan negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari aspek pangan hingga peningkatan kesejahteraan ekonomi guna mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“MBG merupakan instrumen penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjadi penggerak ekonomi rakyat yang mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029,” kata Ali kepada wartawan di Jatinegara, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Ia menjelaskan, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditujukan untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi muda, tetapi juga berpotensi menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Menurutnya, program tersebut dapat memberikan efek berantai terhadap pertumbuhan usaha pedagang kaki lima, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai sektor ekonomi lainnya.
Selain itu, Ali menilai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi rakyat, khususnya di desa dan kawasan perkotaan.
Menurutnya, selama ini perputaran ekonomi di berbagai daerah belum sepenuhnya memberikan manfaat optimal bagi masyarakat setempat. Kondisi tersebut, kata dia, menyebabkan masih banyak petani, nelayan, peternak, pelaku usaha rumahan, dan industri kecil menghadapi berbagai keterbatasan dalam mengembangkan usahanya.
“Koperasi Desa Merah Putih menjadi instrumen yang dapat memperkuat ekonomi rakyat. Program ini berpotensi menjadi sarana memperluas akses ekonomi masyarakat dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Ali menambahkan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat berfungsi sebagai agregator dan kolaborator yang menghubungkan berbagai potensi ekonomi di tingkat akar rumput. Melalui peran tersebut, koperasi diharapkan mampu memperlancar distribusi produk, memperluas akses pasar, dan meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha kecil.
Ia juga menilai keberadaan koperasi tersebut berpotensi menjadi pusat distribusi bahan baku bagi warung kelontong, pedagang kaki lima, dan pelaku UMKM, sekaligus menjadi wadah pemasaran hasil pertanian, perikanan, peternakan, industri rumah tangga, dan berbagai produk unggulan masyarakat desa.
Ali mengungkapkan, pandangan tersebut telah disampaikannya saat melakukan audiensi dengan Menteri Koperasi pada 26 Februari 2026. Dalam pertemuan tersebut, menurutnya, terdapat kesamaan pandangan mengenai pentingnya menjadikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pusat penggerak ekonomi masyarakat.
“Kami akan terus mengawal agar fungsi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pusat distribusi dan pemasaran produk rakyat dapat berjalan optimal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat desa maupun pelaku usaha kecil,” katanya.
Menurut Ali, keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi bagian penting dari upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional sekaligus memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.












