Nusantara

Wagub Lampung Buka Pelatihan AI Ready ASEAN, Dorong Literasi Digital Orang Tua

Admin
×

Wagub Lampung Buka Pelatihan AI Ready ASEAN, Dorong Literasi Digital Orang Tua

Sebarkan artikel ini
Wagub Lampung Buka Pelatihan AI Ready ASEAN, Dorong Literasi Digital Orang Tua
Wagub Lampung Buka Pelatihan AI Ready ASEAN, Dorong Literasi Digital Orang Tua

MITRAPOL.com, Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela secara virtual membuka kegiatan Pelatihan Artificial Intelligence (AI) Ready ASEAN yang diselenggarakan oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO), Rabu (14/1/2025). Kegiatan tersebut diikuti dari Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jihan Nurlela mengapresiasi peran Mafindo Lampung yang dinilai konsisten mengedukasi masyarakat dalam meningkatkan literasi digital, khususnya terkait perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI).

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Mafindo Lampung beserta seluruh jejaringnya yang selama ini dengan sabar dan konsisten mengedukasi masyarakat tentang literasi digital,” ujar Jihan.

Ia menilai Mafindo Lampung terus berperan aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat, baik di lingkungan pendidikan maupun institusi lainnya, terkait pemanfaatan AI secara bijak serta kewaspadaan terhadap potensi kejahatan siber. Kegiatan tersebut kerap dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pemerintah, sektor swasta, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Hari ini kita hidup di era yang menarik sekaligus menantang. Anak-anak kita mungkin duduk di kamar, tetapi dunianya bisa menjelajah ke seluruh dunia,” ungkapnya.

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai sekitar 229 juta orang. Kondisi ini menjadikan ruang digital sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam lingkup keluarga.

Menurut Jihan, derasnya arus informasi di internet menghadirkan manfaat sekaligus risiko. Tidak semua informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, sehingga peran orang tua menjadi sangat penting dalam mengarahkan dan mendampingi anak dalam penggunaan teknologi digital.

“Pemerintah tidak tinggal diam. Saat ini telah diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 yang akan mulai berlaku pada Maret 2026, yang mengatur penggunaan gawai dan media sosial bagi anak, memperkuat peran orang tua, serta mewajibkan platform digital untuk turut melindungi anak-anak,” jelasnya.

Namun demikian, Jihan menegaskan bahwa regulasi saja tidak cukup tanpa peran aktif keluarga dan sinergi berbagai pihak. Oleh karena itu, pelatihan AI Ready ASEAN untuk orang tua dinilai sangat relevan dalam membantu masyarakat memahami dan memanfaatkan teknologi AI secara bijak.

“Saya berharap setelah kegiatan ini, Bapak dan Ibu tidak hanya membawa sertifikat, tetapi juga semangat untuk berbagi ilmu dan menerapkannya dalam mendidik anak, keluarga, sekolah, hingga lingkungan sekitar,” katanya.

Sementara itu, Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, menyampaikan bahwa teknologi AI memiliki manfaat besar, namun juga menyimpan risiko yang perlu dipahami dan dimitigasi bersama.

“Kita harus siap memetik manfaat AI sekaligus siap memitigasi risikonya. Tidak mungkin kita hanya menginginkan manfaat tanpa memahami potensi dampaknya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerangka program AI Ready ASEAN dirancang untuk membantu guru, orang tua, dan siswa agar mampu menghadapi perkembangan AI secara seimbang dan bertanggung jawab.

Di kesempatan yang sama, Project Manager AI Ready ASEAN, Diera Gala Paksi, menjelaskan bahwa AI Ready ASEAN merupakan inisiatif regional yang digagas oleh ASEAN Foundation dan didukung oleh google.org, dengan target menjangkau 5,5 juta individu di 10 negara ASEAN.

“Program ini tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga training of trainers, pembelajaran mendalam, serta riset untuk mengukur kompetensi guru, orang tua, dan siswa di seluruh kawasan ASEAN,” jelasnya.

Ia berharap masyarakat tidak menjadikan AI sebagai momok, melainkan sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup.

“Silakan belajar dan mengenal AI. Kami berharap AI dapat membantu pekerjaan Bapak dan Ibu ke depan serta menghapus stigma negatif terhadap teknologi ini,” pungkasnya.