MITRAPOL.com, Jakarta — Transformasi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) berbasis digital yang dilakukan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo) menuai pengakuan nasional. Perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut meraih sejumlah penghargaan bergengsi dalam ajang Indonesia Human Capital Brilliance Awards 2025 (IHCBA 2025). Jumat (23/1/2026).
Dalam ajang yang diselenggarakan oleh Business Update dengan dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Dalam Negeri, serta Forum Human Capital Indonesia (FHCI) itu, PTPN IV PalmCo dianugerahi predikat Platinum sebagai National Champion untuk kategori The Most Brilliant Human Capital Sustainability Strategy of The Year 2025. Acara penganugerahan berlangsung di Jakarta, Jumat (pekan lalu).
Apresiasi di Tingkat Korporasi dan Pimpinan
Tak hanya pada level korporasi, apresiasi juga diberikan kepada jajaran pimpinan perusahaan. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, dinobatkan sebagai The Most Brilliant CEO in Human Capital Transformation. Sementara itu, Direktur SDM dan Teknologi Informasi, Suhendri, meraih penghargaan The Most Brilliant Chief Human Capital Officer of The Year 2025.
Ketua Dewan Juri IHCBA 2025 menilai PTPN IV PalmCo berhasil menghadirkan praktik pengelolaan SDM yang adaptif dan berkelanjutan, khususnya di sektor perkebunan sawit yang dikenal padat karya dan tersebar secara geografis.
Mengelola 70 Ribu Tenaga Kerja
Direktur SDM dan TI PTPN IV PalmCo Suhendri menjelaskan, tantangan utama perusahaan adalah mengelola sekitar 70.000 tenaga kerja yang tersebar di lebih dari 150 unit kebun dan pabrik, dengan total areal operasional mencapai lebih dari 500.000 hektare.
“Sebagai perusahaan padat karya, tantangan kami adalah memastikan jumlah tenaga kerja yang besar ini benar-benar berdampak pada produktivitas, peningkatan pendapatan, dan efisiensi biaya per individu,” ujar Suhendri usai menerima penghargaan.
Ia menilai, pendekatan pengelolaan konvensional sudah tidak lagi memadai untuk mengawasi aktivitas di wilayah operasional yang sangat luas. Karena itu, PTPN IV PalmCo mempercepat transformasi digital melalui pengembangan PalmCo Business Cockpit, sebuah platform berbasis Internet of Things (IoT), drone, dan sensor pintar.
Platform tersebut memungkinkan pemantauan kinerja secara real time dan terautomatisasi, mulai dari kantor pusat hingga level manajer unit di lapangan.
“Perkembangan pekerjaan bisa dipantau harian secara langsung. Sistem ini menjadi tulang punggung pengambilan keputusan berbasis data,” katanya.
Membangun Kompetensi SDM Digital
Meski demikian, Suhendri menegaskan bahwa digitalisasi bukan semata persoalan teknologi. Tantangan terbesar justru terletak pada kesiapan dan kompetensi SDM dalam beradaptasi dengan perubahan.
“Kami tidak hanya membangun sistem, tetapi juga mengubah pola pikir. Target kami, tenaga kerja mampu bertransformasi menjadi modern farmers yang akrab dengan teknologi,” ujarnya.
SDM sebagai Mitra Strategis
Direktur Strategi dan Sustainability PTPN IV PalmCo Ugun Untaryo menambahkan, penghargaan tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam menyelaraskan strategi bisnis dengan pengelolaan SDM yang berorientasi pada manusia.
Menurutnya, karyawan di PTPN IV PalmCo tidak lagi diposisikan semata sebagai faktor produksi, melainkan sebagai mitra strategis perusahaan.
“Kesehatan dan keberlanjutan perusahaan sangat ditentukan oleh kesiapan serta kesejahteraan SDM-nya,” kata Ugun.
Ia menilai, dengan wilayah operasional yang membentang dari Aceh hingga Sulawesi, pola pengawasan berbasis kehadiran fisik pimpinan di lapangan sudah tidak relevan.
“Dulu, kinerja diukur dari seberapa jauh langkah kaki pemimpin mengelilingi kebun. Hari ini, hal itu tidak mungkin dilakukan tanpa dukungan teknologi,” ujarnya.
Mengatasi Kesenjangan Literasi Digital
Terkait kesenjangan literasi digital di kalangan pekerja lapangan, Ugun optimistis hal tersebut dapat diatasi. Ia mencontohkan adopsi teknologi yang cepat di sektor informal, seperti pengemudi ojek daring.
PTPN IV PalmCo, lanjutnya, telah menyediakan aplikasi pembelajaran mandiri di gawai karyawan, yang berfungsi sebagai asisten digital internal.
“Karyawan bisa bertanya soal teknis pekerjaan, termasuk perhitungan hasil panen. Proses belajar menjadi lebih cepat, inklusif, dan kontekstual,” jelasnya.
Penguatan Daya Saing Berkelanjutan
Manajemen PTPN IV PalmCo menilai penghargaan ini menjadi pemacu untuk terus berinovasi di tengah tantangan perubahan iklim, tuntutan keberlanjutan global, serta dinamika regulasi industri sawit.
Melalui digitalisasi pengelolaan SDM, perusahaan berharap puluhan ribu karyawannya dapat tumbuh bersama, sekaligus memperkuat daya saing industri kelapa sawit nasional di masa depan.












