MITRAPOL.com, Sarolangun – Komitmen pemberantasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan penelusuran Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terus disampaikan oleh Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dalam berbagai kesempatan.
Namun, di wilayah hukum Polsek Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Jambi, muncul sorotan publik terkait dugaan masih berlangsungnya aktivitas PETI di sejumlah aliran sungai.
Sejumlah warga menyebut aktivitas pertambangan ilegal diduga masih beroperasi menggunakan alat berat dan mesin dompeng. Mereka juga mempertanyakan efektivitas razia yang dilakukan aparat karena dinilai belum menunjukkan hasil penindakan yang signifikan.
“Kalau razia dilakukan secara maksimal, seharusnya ada pelaku yang tertangkap. Tapi hampir tidak pernah ada hasil yang terlihat,” ujar salah seorang sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Selasa (24/2).
Muncul pula dugaan adanya kebocoran informasi sebelum pelaksanaan razia, sehingga lokasi yang diduga menjadi titik aktivitas PETI telah kosong saat aparat datang. Dugaan tersebut hingga kini belum terkonfirmasi secara resmi.
Ketua DPD Aliansi Jurnalis Bersatu Jambi, Sabri, meminta aparat penegak hukum melakukan evaluasi menyeluruh apabila memang ditemukan indikasi pembiaran atau pelanggaran prosedur.
“Kami mendukung upaya pemberantasan PETI dan TPPU. Namun jika ada dugaan pembiaran, harus dibuka secara transparan agar tidak menurunkan kepercayaan publik,” ujarnya.
Ia juga mendorong pengawasan berjenjang dari tingkat Polres hingga Polda untuk memastikan kebijakan pemberantasan tambang ilegal berjalan efektif di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Batang Asai belum memberikan keterangan resmi terkait hasil razia maupun dugaan kebocoran informasi tersebut.
Publik kini menantikan langkah konkret aparat kepolisian guna memastikan komitmen pemberantasan PETI berjalan selaras antara kebijakan pusat dan implementasi di daerah.












