Jakarta

Momentum Hari Kartini, Fahira Idris Soroti Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan

Admin
×

Momentum Hari Kartini, Fahira Idris Soroti Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Fahira Idris Soroti Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan
Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris

MITRAPOL.com, Jakarta – Dalam momentum Hari Kartini 2026, Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, menegaskan bahwa perempuan merupakan kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia Maju 2045.

Menurutnya, tanpa pemberdayaan dan keterlibatan penuh perempuan di berbagai sektor, target Indonesia menjadi negara maju akan sulit tercapai.

“Perempuan bukan hanya bagian dari pembangunan, tetapi penentu arah pembangunan. Menjadikan perempuan sebagai tumpuan Indonesia Maju 2045 adalah sebuah keniscayaan,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (21/04/2026).

Fahira mengungkapkan, setidaknya terdapat enam alasan fundamental mengapa perempuan menjadi tumpuan masa depan Indonesia.

Pertama, perempuan merupakan aktor kunci dalam pembangunan inklusif dan berkeadilan. Keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan dinilai mampu melahirkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Kedua, perempuan menjadi penggerak utama ekonomi nasional, terutama melalui sektor UMKM dan ekonomi kreatif. Mayoritas pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

Ketiga, pemberdayaan perempuan memiliki efek berlipat terhadap kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Dampaknya tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga komunitas hingga kebijakan publik.

Keempat, perempuan memiliki daya lenting atau resiliensi tinggi dalam menghadapi krisis, termasuk saat pandemi, sehingga menjadi pilar penting dalam menjaga ketahanan sosial dan ekonomi.

Kelima, investasi pada perempuan terbukti mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi. Penghapusan kesenjangan gender dinilai dapat meningkatkan produk domestik bruto secara signifikan.

Keenam, perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi masa depan, terutama dalam pendidikan dan pengasuhan anak sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Meski demikian, Fahira menilai masih terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi perempuan, mulai dari budaya patriarki, keterbatasan akses pendidikan dan ekonomi, hingga ketimpangan dalam pengambilan keputusan.

Ia juga menyoroti persoalan beban ganda, ketimpangan upah, serta terbatasnya akses terhadap sumber daya yang masih dialami perempuan Indonesia.

Karena itu, Fahira mendorong penguatan kebijakan yang lebih berpihak pada perempuan, mulai dari peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, penguatan ekonomi perempuan, hingga peningkatan keterwakilan perempuan dalam kepemimpinan.

“Pemberdayaan perempuan bukan hanya isu perempuan, tetapi isu pembangunan bangsa,” tegasnya.

Ia berharap momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perjuangan kesetaraan belum selesai dan menjadi kunci penting menuju Indonesia maju.

“Jika kita ingin Indonesia maju pada 2045, maka pastikan perempuan maju hari ini,” pungkasnya.