Nusantara

Abah Anton Charliyan Terima Aspirasi Budayawan Jabar, Desak Pemkot Bogor Selamatkan Cagar Budaya Batutulis

Admin
×

Abah Anton Charliyan Terima Aspirasi Budayawan Jabar, Desak Pemkot Bogor Selamatkan Cagar Budaya Batutulis

Sebarkan artikel ini
Abah Anton Charliyan Terima Aspirasi Budayawan Jabar
Ketua Umum Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat, Abah H Anton Charliyan saat menerima perwakilan penggiat budaya dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat

MITRAPOL.com, Bogor – Ratusan budayawan dan penggiat budaya dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat menggelar aksi keprihatinan terkait dugaan kerusakan kawasan Cagar Budaya Sumur Tujuh Batutulis, Bogor, yang disebut terdampak proyek pembangunan jalan.

Aksi tersebut berlangsung di Bogor, Jumat (8/5/2026), dan diterima langsung Ketua Umum Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat, Abah H Anton Charliyan.

Para budayawan yang tergabung dalam Forum Kabuyutan Pakwan Pajajaran di bawah pimpinan Kang Tb Lutfi Suyudi bersama sekitar 100 penggiat budaya lainnya menyampaikan rasa kecewa terhadap Pemerintah Kota Bogor dan instansi terkait yang dinilai kurang peduli terhadap keberadaan situs cagar budaya tersebut.

Koordinator lapangan aksi, Y Firman Hidayat, menyebut kawasan Sumur Tujuh Batutulis di Lawanggintung merupakan bagian dari situs cagar budaya yang telah terdaftar secara resmi sebagai warisan sejarah dan budaya.

Namun, menurut mereka, kawasan tersebut kini terancam rusak akibat proyek pembangunan jalan yang melintasi area situs.

“Kami prihatin karena kawasan cagar budaya yang menjadi warisan leluhur justru tergerus pembangunan jalan. Padahal situs ini memiliki nilai sejarah penting bagi masyarakat Sunda dan Jawa Barat,” ujar salah satu perwakilan budayawan dalam aksi tersebut.

Selain persoalan proyek jalan, para budayawan juga menyoroti kondisi jalan longsor di Jalan Danasasmita, kawasan Batutulis, yang disebut telah mangkrak selama lebih dari satu tahun.

Mereka menilai kondisi tersebut berpotensi memicu longsor lebih besar yang dapat membahayakan masyarakat sekaligus merusak situs budaya di sekitarnya.

Menurut Forum Kabuyutan Pakwan Pajajaran, pihaknya telah beberapa kali meminta Pemerintah Kota Bogor dan dinas terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum, untuk mengubah jalur pembangunan jalan agar tidak melewati kawasan Sumur Tujuh dan Bunker Mandiri yang masuk dalam area cagar budaya Batutulis Lawanggintung.

Namun, aspirasi tersebut disebut belum mendapat tindak lanjut.

Kekecewaan itu bahkan mendorong sejumlah budayawan melaporkan dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya ke pihak kepolisian.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/732/X/2025/SPKT/Polresta Bogor Kota tertanggal 23 Oktober 2025.

Para pelapor menilai pembangunan jalan tersebut diduga telah merusak kawasan cagar budaya. Namun hingga kini mereka mengaku belum mengetahui perkembangan penanganan laporan tersebut.

Ketua Umum MASDA Jawa Barat, Abah H Anton Charliyan, yang menerima aspirasi para budayawan menyatakan akan menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak terkait, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bogor.

“Kami akan segera menyampaikan aspirasi ini kepada Gubernur Jawa Barat, Pemkot Bogor, dan instansi terkait agar persoalan cagar budaya ini dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Abah Anton.

Aksi berlangsung damai dan diakhiri dengan penyerahan surat aspirasi dari perwakilan Forum Kabuyutan Pakwan Pajajaran kepada Ketua Umum MASDA Jawa Barat untuk diteruskan kepada Gubernur Jawa Barat, Wali Kota Bogor, Kapolresta Bogor Kota, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kapolri.