MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Daerah Otonom Baru (DOB) Papua sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat konektivitas, membuka akses wilayah terpencil, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di Tanah Papua.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur konektivitas menjadi fondasi penting dalam mendukung pelayanan publik, mobilitas masyarakat, hingga pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah DOB Papua.
“Pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan dan jembatan, merupakan fondasi penting dalam mendorong pemerataan pembangunan di Papua. Konektivitas yang baik akan memperlancar distribusi logistik, meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan dasar, serta memperkuat integrasi wilayah di daerah-daerah yang masih menghadapi tantangan geografis,” ujar Dody.
Pada Tahun Anggaran (TA) 2026, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Bina Marga mengalokasikan anggaran sebesar Rp337,83 miliar untuk pembangunan dan peningkatan jaringan jalan serta jembatan di wilayah DOB Papua. Hingga 18 Mei 2026, realisasi keuangan tercatat mencapai Rp56,03 miliar atau 16,58 persen, dengan progres fisik pekerjaan mencapai 20,56 persen.
Salah satu proyek prioritas yang tengah dikerjakan adalah rekonstruksi Jalan Simpang Kuprik–Kampung SP 9–SP 3 Salor di Provinsi Papua Selatan. Ruas jalan tersebut terbagi dalam dua segmen, yakni Segmen 3 sepanjang 5 kilometer dan Segmen 4 sepanjang 6,8 kilometer.
Keberadaan ruas tersebut dinilai strategis karena menjadi akses utama yang menghubungkan kawasan pemerintahan dan sentra ekonomi baru di wilayah selatan Papua.
Selain itu, Kementerian PU juga melaksanakan pembangunan Jalan Kali Bumi–Bandara Karadiri sepanjang 1,27 kilometer dengan progres fisik mencapai 29,48 persen, serta pembangunan Jalan Waroki–Kali Bumi (Bandara Baru) sepanjang 4,13 kilometer di Provinsi Papua Tengah.
Kedua ruas tersebut diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas menuju fasilitas transportasi udara sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah yang selama ini masih menghadapi berbagai kendala geografis.
Untuk meningkatkan kapasitas jalan eksisting, Kementerian PU juga melakukan pelebaran Jalan Batas Kota Nabire–Wanggar sepanjang 7,25 kilometer dengan progres pekerjaan mencapai 39,64 persen.
Ruas ini merupakan salah satu koridor utama yang mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa di kawasan Nabire dan sekitarnya.
Sementara itu, pembangunan Jembatan Kali Bumi Bawah sepanjang 100 meter juga terus berjalan. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan keandalan jaringan transportasi sekaligus menjamin kelancaran konektivitas antarwilayah yang selama ini terkendala kondisi alam.
Secara keseluruhan, dukungan pembangunan infrastruktur di wilayah DOB Papua yang dikelola Kementerian PU pada TA 2026 mencapai Rp1,17 triliun.
Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk sektor konektivitas melalui Ditjen Bina Marga, tetapi juga mencakup pembangunan infrastruktur dasar lainnya melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA).
Pemerintah berharap pembangunan jalan dan jembatan di DOB Papua dapat mempercepat konektivitas antarwilayah, membuka peluang investasi baru, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta memperkuat pemerataan pembangunan demi mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata di Papua.












