MITRAPOL.com, Lampung Tengah – Tingginya minat masyarakat terhadap Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMKN 1 Seputih Surabaya menjadi perhatian. Pada pelaksanaan simulasi SPMB yang digelar Rabu (3/6/2026), jumlah calon peserta didik yang hadir tercatat mencapai lebih dari 800 orang, jauh melampaui kapasitas daya tampung sekolah yang hanya sekitar 360 siswa.
Berdasarkan pantauan di lokasi, antusiasme calon peserta didik dan orang tua terlihat sejak awal kegiatan. Membludaknya jumlah peserta menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan dan program keahlian yang ditawarkan SMKN 1 Seputih Surabaya.
Kepala SMKN 1 Seputih Surabaya, Jaman Mulyadi, S.Pd., mengaku terkejut dengan tingginya jumlah peserta yang mengikuti simulasi SPMB tahun ini.
“Saya tidak menyangka jumlah calon peserta didik yang mengikuti sosialisasi dan simulasi SPMB tahun ini begitu besar. Sementara kuota yang tersedia hanya 360 siswa. Kami berharap para orang tua dapat memahami bahwa sekolah memiliki keterbatasan ruang belajar dan rombongan belajar (rombel) yang tersedia,” ujar Jaman Mulyadi saat ditemui di ruang lobi sekolah.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pihak sekolah dalam proses penerimaan peserta didik baru. Tingginya minat masyarakat juga menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap pengembangan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah tersebut.
Sejumlah calon peserta didik yang hadir mengaku berharap dapat diterima di SMKN 1 Seputih Surabaya. Mereka menilai sekolah tersebut menjadi salah satu pilihan utama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah kejuruan.
Meski kegiatan yang berlangsung masih berupa simulasi dan sosialisasi SPMB, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Banyak siswa dan orang tua memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh informasi mengenai mekanisme pendaftaran, jalur seleksi, hingga program keahlian yang tersedia.
Sementara itu, jajaran wakil kepala sekolah berharap Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dapat memberikan solusi atas tingginya jumlah peminat yang tidak sebanding dengan kapasitas sekolah.
Penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) maupun pengembangan fasilitas pendidikan dinilai menjadi salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan guna mengakomodasi kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan kejuruan yang terus meningkat setiap tahunnya.
Dengan tingginya jumlah pendaftar pada SPMB 2026, SMKN 1 Seputih Surabaya kembali menunjukkan posisinya sebagai salah satu sekolah kejuruan yang diminati masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah.












