Terindikasi Lakukan Pelanggaran, Hotel di Sabang Banyak yang Timbun Laut dan Penggunaan Air Tanah Tanpa Izin Pemerintah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kota Sabang – Parawisata di Pulau paling barat beberapa tahun belakang ini sebelum adanya virus covid-19 sangatlah meningkat drastis sehingga tumbuhlah hotel maupun penginapan- penginapan untuk menampung sejumlah tamu, baik turis lokal maupun luar negeri.

Pemerintah Kota Sabang juga telah membuat aturan yang jelas mengenai pendirian bangunan hotel-hotel tersebut dan seharusnya para pengusaha perhotelan patuh dan tertib dalam menjalankan usahanya.

Beberapa hotel di Kota Sabang ada yang patuh terhadap aturan Pemerintah akan tetapi ada juga yang “bandel” seakan-akan merasa dirinya kebal akan hukum.

Informasi awak Mitrapol dapatkan jika baru-baru ini team Ditreskrimsus Polda Aceh melalui bagian Indagsinya melakukan pemeriksaan beberapa hotel di Kota Sabang tersebut dan menemukan pelanggaran secara hukum terhadap penimbunan laut dan tidak adanya izin mengenai pengambilan air bawah tanah yang telah dilakukan selama bertahun-tahun untuk di komersilkan guna kepentingan bisnis perhotelannya akan tetapi sampai saat ini belum dilakukan pemeriksaan terkait hal tersebut kepada pihak hotel yang bertanggung jawab dengan dugaan pelanggaran undang-undang itu, ada apa…?

Pelaku pelanggaran hukum terhadap penimbunan laut atau reklamasi tanpa izin bisa dijerat dengan Pasal 98, 109 Jo. Pasal 116 Huruf a Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp. 10 Miliar rupiah.

Pengambilan air bawah tanah tanpa izin, pemilik usaha dapat dikenakan sanksi sesuai dengan Pasal 12 Qanun Provinsi Aceh tentang Pengelolaan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan Provinsi Aceh. Dalam Pasal 12 dinyatakan bahwa sanksi bagi yang melakukan pengambilan air bawah tanah tanpa izin dapat dikenakan sanksi penutupan sampai dengan penyegelan alat/bangunan yang dipakai untuk pengambilan air dan bahkan bisa dicabut izin usahanya.

Walikota Sabang, Nazaruddin baru-baru ini seperti yang diberitakan pada salah satu Media Online, lebih kurang mengatakan jika ia akan menindak secara tegas sesuai aturan dan tidak ada yang “kebal hukum”.

Media Mitrapol coba menghubungi Dirreskrimsus Polda Aceh, Kombes. Pol. Sony Sanjaya, S.I.K. via pesan Whats Apps menanyakan permasalahan tersebut akan tetapi sampai berita ini di tayangkan tidak mendapatkan jawabannya.

Media Mitrapol sudah memiliki informasi hotel mana saja di Kota Sabang telah dilakukan pemeriksaan oleh team Indagsi Polda Aceh yang terindikasi melanggar hukum.

Masyarakat Aceh sedang menunggu kinerja Dirreskrimsus Kombes Pol. Sony Sanjaya, S.I.K., dalam Penegakkan hukum di bidangnya, apakah dapat membawa institusinya menuju PRESISI sesuai atensi Kapolri dan Kapolda Aceh…?

Mampukah Dirreskrimsus Kombes Pol Sony Sanjaya, S.I.K. merupakan lulusan Akpol 1991, bersama teamnya untuk menuntaskan permasalahan tersebut…?

Ntahlah…
Hanya Tuhanlah yang tau…!

 

Pewarta : Teuku Indra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *