Diduga Ditunggangi Oknum Guru, Aksi Demo Siswa SMAN-6 Medan Ibarat Bensin di Sulut Api Kata Mahmud Irsyad Lubis

Mahmud Irsyad Lubis, SH

MITRAPOL.com, Medan – Terkait demo siswa yang diduga di provokasi oknum guru untuk meminta Kepala Sekolah SMAN-6 Medan digantikan, Mahmud Irsyad Lubis, SH menyesalkan atas tindakan oknum guru yang diduga melakukan provokasi para siswa berdemo di saat Hari Guru.

Menurut Mahmud Irsyad Lubis, SH, bahwa seharusnya semua pihak mengembalikan hakikat Hari Guru yang sakral itu, sehingga sesuatu perselisihan yang terjadi itu seharusnya santun, elegan dan tanpa ada menimbulkan perbedaan, serta menghindari tindakan yang berpotensi untuk melakukan sesuatu yang kurang baik.

“Diduga memprovokator siswa untuk melakukan demo itu, artinya punya potensi besar para siswa untuk melakukan tindakan-tindakan anarkis, ini yang harus dihilangkan, jadi, kurang etika, kurang berakhlak, jika dihari yang suci ini, dilakukan tindakan tindakan demo, yang dapat berpotensi membuat para siswa berbuat anarkis, apalagi dituduhkan korupsi dana bos dan sebagainya, padahal tuduhan tersebut masih prematur, belum cukup,” katanya.

Selanjutnya, mantan pengajar Fakultas Hukum UMSU ini kembali mengatakan bahwa perbedaan-perbedaan yang terjadi dilingkungan sekolah, seharusnya oknum guru itu menyampaikan ke Dinas Pendidikan, selaku atasannya atasan, bukan memprovokasi para siswa untuk bertindak anarkis untuk melakukan tindak yang lainnya dengan menuduh tindakan korupsi, baik melalui media sosial ataupun tindakan langsung seperti memprovokasi siswa untuk berdemo.

“Itu sangat berbahaya sekali dalam dinamika keharmonisan ditengah tengah persahabatan, ditengah tengah kekeluargaan dilingkungan sekolah tersebut. Karena itu kita berharap, maka kalau ada permasalahan yang timbul, maka selesaikan secara elegan, secara dinamis, tanpa mempengaruhi, tanpa merusak tatanan yang sudah baik selama ini, karena hal itu menimbulkan aspek aspek lainnya, selain aspek sosial, hukum, maupun aspek lainnya yang mempengaruhi kesinambungan kelanjutan dunia pendidikan,” ungkapnya.

Lanjut Mantan Ketua Advokat Alumni UMSU (KAUM) ini menuturkan, Kepsek SMAN -6 Medan bisa lakukan audit kinerja terhadap guru gurunya dan Kepala sekolah juga dapat memaparkan semua laporannya.

“Tapi apa yang mau dilaporkannya, dana Bos saja belum ada pertanggung jawaban, karena Kepsek SMAN-6 Medan saja baru menjabat, dimana korupsinya karena masih blm 1 tahun, karena itu, sebaiknya orang orang yang mengatas namakan dan berusaha merusak tatanan sekolah,” tuturnya.

Kembali Mahmud Irsyad Lubis, SH sampaikan bahwa semua pihak untuk itu kembali pada tatanan sekolah sebagai tempat untuk siswa menimba ilmu.

“Kalau memang ada permasalahan sebelum aspek hukum berjalan, kembalilah pada keadaan suatu yang normal, kepada yang suci, ini pendidikan, berbeda dengan yang lainnya.Dunia pendidikan adalah dunia yang suci, dunia yang harus dihormati, karena dari situlah lahir orang orang yang dididik menjadi pemimpin di negara ini,” jelasnya.

Mengenai demo sebagian siswa yang diduga diprovokasi oknum guru di Hari Guru tersebut, kembali Mahmud Irsyad tegas, hal itu mempunyai potensi menumbuhkan bibit- bibit anarkis terhadap para siswa.

“Darah-darah anarkis itu akan timbul, kita lihat pada kejadian kemarin mengenai tawuran yang menimbulkan pelajar SMKN 9 Medan tewas dibunuh di SPBU jalan Kapten Sumarsono, Kec Medan Sunggal, berarti saat ini dalam suasana yang rawan, suasana yang harus cukup dijaga, Jangan timbulkan api-api dan percikan yang dapat menimbulkan pelajar berbuat anarkis, Anak anak setingkat SMA inikan anak anak yang mudah dipicu, ibarat bensin, merekalah bensinnya, tinggal meledaklah jika disulut api, makanya tidak bisa kita buat untuk kepentingan individualis, menuduh orang sehingga mengganggu jalannya produk pendidikan, Ini sangat kita sayangkan, janganlah menjadi itu, nanti pada akhirnya akan bermuara pada tindakan hukum,, potensi itu telah terjadi dan jangan kita lanjutkan, itukan potensi timbulnya bibit untuk melakukan tindakam seperti yang kita lihat selama ini dan bertentangan dengan kebijakan dunia ketertiban dan keamanan yang dijalankan pihak Kepolisian terhadap para pelajar,” pungkasnya.

Sebelumnya beredar di Medsos para siswa SMAN-6 Medan melakukan demo terhadap Kepala Sekolah AN-6 Medan, Siti Rahma Lubis,S,Pd.M,Si, pada Hari Guru (25/11) lalu, dimana adanya dugaan demo siswa tersebut diprovokasi oknum guru yang merasa tidak terima Siti Rahma Lubis menjabat sebagai Kepsek SMAN-6 Medan yang menjalanan pdisiplin dan peraturan

 

Pewarta : Ali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *