Nusantara

Atasi Melonjaknya Harga Beras, Pemda Sukabumi Gelar Operasi Pasar

Admin
330
×

Atasi Melonjaknya Harga Beras, Pemda Sukabumi Gelar Operasi Pasar

Sebarkan artikel ini

MITRAPOL.com, Sukabumi Jabar – Sebagaimana diketahui beberapa waktu belakangan ini harga beras melonjak melampaui angka Rp 16.000 dipasaran termasuk dipasar pasar tradisional yang ada disekitar wilayah kabupaten Sukabumi

Untuk mengatasi permasalahan tersebut pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi bekerjasama dengan Perum Bulog Cabang Cianjur mengadakan kegiatan operasi pasar yang rencananya akan digelar diempat penjuru mata angin di wilayah Kabupaten Sukabumi

Pada hari ini Senin 19/02/2024 operasi pasar dilaksanakan di Alun-alun Palabuhanratu dan dipantau langsung oleh Bupati Sukabumi Drs Marwan Hamami M.M

Masyarakat yang berdomisili disekitar wilayah kecamatan Palabuhanratu sangat antusias menyambut operasi pasar ini karena harga yang diberlakukan adalah harga Bulog yakni Rp 10.600 atau setara dengan Rp. 53.000 untuk kemasan 5 kg

Kepada awak media Mitrapol Asda II Dedi Chardiman mengatakan bahwa operasi pasar murah ini merupakan tindak lanjut dari TPID dan untuk wilayah kabupaten Sukabumi rencananya akan diadakan setiap seminggu sekali untuk hari ini digelar di Palabuhanratu minggu depan di Cibadak kemudian minggu berikutnya di Surade selanjutnya di Cicurug, terangnya

Dedi Chardiman menegaskan bahwa ketersediaan beras di Gudang Bulog sangat mencukupi untuk masyarakat, untuk itu masyarakat dihimbau untuk tidak resah atau risau terutama menghadapi bulan suci Ramadan yang akan datang sebentar lagi, pemerintah menjamin ketersediaan untuk kebutuhan masyarakat terutama komoditas beras, tegasnya

Sementara itu Kasub Bulog Cianjur Raynato Orison menambahkan bahwa operasi pasar murah husus komoditas beras ini akan digelar sampai dengan harga dipasar kembali normal
Stok kami digudang sangat mencukupi, ujar Raynato

Lebih lanjut Raynato mengatakan bahwa melonjaknya harga beras dipasar disebabkan beberapa faktor, antara lain adanya fenomena El Nino yang berdampak pada cuaca kering sehingga masa tanam dan waktu panen mengalami kemunduran waktu, kemudian suplai dari daerah lain juga terkendala adanya bencana banjir yang melanda beberapa wilayah yang mengakibatkan terhambatnya distribusi atau pengiriman, imbuhnya

Disisi lain salah satu tokoh masyarakat Palabuhanratu yang juga Ketua Maung Sukabumi Sandi Suwandi mengutarkan harapanya,”Kegiatan operasi pasar beras murah seperti ini bisa dilakukan dan digelar lebih luas lagi sehingga bisa menyentuh lapisan masyarakat yang berada dipelosok desa,” ujarnya.

 

Pewarta : Ade Aditia/M Gunawan Setiadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *