Nusantara

Sinergi TNI – PTPN IV PalmCo, Akses Tiga Desa di Wampu Langkat Kembali Normal

Admin
×

Sinergi TNI – PTPN IV PalmCo, Akses Tiga Desa di Wampu Langkat Kembali Normal

Sebarkan artikel ini
Sinergi TNI - PTPN IV PalmCo
Peresmian penggunaan jembatan darurat jenis Bailey hasil sinergi TNI - PTPN IV PalmCo

MITRAPOL.com, Langkat – Akses transportasi di tiga desa di Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kembali normal setelah jembatan darurat jenis Bailey selesai dibangun menyusul kerusakan akibat banjir bandang beberapa waktu lalu.

Jembatan sepanjang 30 meter dengan lebar 4 meter tersebut menghubungkan Desa Besilam Bukit Lembasa, Desa Kebun Balik, dan Desa Banjaran Raya. Infrastruktur ini menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian serta mobilitas harian masyarakat.

Pembangunan jembatan dilaksanakan melalui kolaborasi antara Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) TNI AD, PTPN IV PalmCo, dan PT Langkat Nusantara Kepong (LNK).

Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, meninjau langsung penyelesaian pembangunan jembatan pada awal pekan lalu. Peninjauan tersebut turut dihadiri unsur Korem, Kodim Langkat, Muspika Kecamatan Wampu, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam keterangannya, Mayjen TNI Hendy Antariksa mengapresiasi sinergi lintas sektor dalam percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk mempercepat pemulihan akses masyarakat setelah terjadi bencana,” ujarnya. Sabtu (28/2).

Dukungan Penanggulangan Bencana

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan bahwa keterlibatan perusahaan dalam pembangunan jembatan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial BUMN dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Menurutnya, selain fokus pada kegiatan usaha, perusahaan juga memiliki komitmen terhadap stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah operasional.

Berdasarkan data perusahaan, PTPN IV PalmCo turut terlibat dalam penanganan dampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah di Sumatera, antara lain di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bentuk dukungan yang diberikan mencakup pengerahan alat berat untuk membuka akses tertutup longsor, distribusi bantuan logistik, penyediaan obat-obatan, serta pendirian posko darurat.

Di beberapa wilayah yang mengalami kerusakan infrastruktur tempat tinggal, perusahaan juga berpartisipasi dalam penyediaan lahan untuk pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bekerja sama dengan pihak terkait.

Pemulihan di Langkat

Khusus di Kabupaten Langkat, selain pembangunan jembatan, perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) telah menyalurkan bantuan logistik pada masa tanggap darurat.

Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pokok serta perlengkapan pendidikan bagi anak-anak terdampak banjir. Penyaluran perlengkapan sekolah dilakukan untuk mendukung keberlangsungan proses belajar di tengah keterbatasan pascabencana.

Dengan beroperasinya kembali jembatan penghubung di Kecamatan Wampu, diharapkan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di tiga desa tersebut dapat berjalan normal serta mempercepat proses pemulihan pascabencana.