Nusantara

Aksi Massa di Bondowoso: Posyandu dan Aset Perkebunan Dijarah, Kerugian Ditaksir Capai Rp12 Miliar

Admin
×

Aksi Massa di Bondowoso: Posyandu dan Aset Perkebunan Dijarah, Kerugian Ditaksir Capai Rp12 Miliar

Sebarkan artikel ini
Aksi Massa di Bondowoso
Gambar Ilustrasi Aksi Massa di Bondowoso

MITRAPOL.com, Bondowoso – Aksi perusakan dan penjarahan terjadi di kawasan perkebunan kopi Java Coffee Estate (JCE), Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Sejumlah bangunan, termasuk fasilitas Posyandu dan rumah dinas, dilaporkan dibongkar oleh sekelompok massa pada Selasa (31/3/2026) malam hingga Rabu (1/4/2026) pagi.

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Afdeling Kalisengon. Berdasarkan pantauan di lokasi, bangunan mengalami kerusakan parah. Material seperti atap seng, genteng, serta rangka kayu dilaporkan hilang diduga dibawa oleh massa.

Pihak keamanan internal perusahaan menyatakan bahwa aktivitas tersebut telah terpantau sejak Selasa malam sekitar pukul 19.30 WIB dan berlangsung hingga pagi hari.

“Izin menyampaikan, sejak tadi malam hingga pagi ini, bangunan eks rumah dinas mandor besar dibongkar. Material seperti kayu, genteng, dan seng diambil. Kegiatan masih berlangsung secara terbuka,” ujar perwakilan pengamanan perusahaan di lokasi.

Manajemen KSO Java Coffee Estate menyebutkan bahwa bangunan yang dirusak terdiri dari rumah dinas dan Posyandu yang selama ini digunakan masyarakat sekitar untuk layanan kesehatan ibu dan anak.

Manajer Kebun KSO JCE, Hastudy Yunarko, menyampaikan bahwa kerugian material dari kejadian terbaru ini ditaksir sekitar Rp280 juta.

“Yang terdampak bukan hanya aset perusahaan, tetapi juga fasilitas sosial masyarakat. Ini menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kejadian tersebut merupakan bagian dari rangkaian gangguan keamanan yang telah berlangsung sejak 2025, termasuk pembakaran rumah dinas, perusakan fasilitas, serta penebangan tanaman secara ilegal.

Berdasarkan data internal perusahaan, akumulasi kerugian akibat berbagai insiden tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp12 miliar.

Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPBUN) NXII, Bramantya Admaja, menyatakan para pekerja saat ini bekerja dalam kondisi tidak aman.

“Pekerja merasa khawatir dengan situasi yang terjadi. Kami berharap ada jaminan keamanan dan penegakan hukum agar aktivitas bisa berjalan normal,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian diharapkan segera melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap pelaku serta memastikan situasi keamanan di wilayah tersebut tetap kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *