Penegakan Hukum Bukan Sekadar Menghukum
Hukum pada dasarnya merupakan mekanisme masyarakat untuk mengatur kehidupan bersama.Karena itu, penegakan hukum tidak semestinya berhenti pada penghukuman.
• ketika terjadi konflik, hukum harus menjadi jalan agar konflik tidak diselesaikan dengan kekerasan
• ketika seseorang menjadi korban, hukum harus memberikan perlindungan
• ketika terjadi pelanggaran, hukum memberikan batas
• ketika masyarakat membutuhkan kepastian, hukum menjadi rujukan
Dan ketika hukum ditegakkan, di dalamnya terdapat pesan edukatif mengenai batas perilaku yang dapat diterima dalam kehidupan bersama.
Dalam perspektif tersebut, polisi sebagai Pembangun Peradaban setidaknya memiliki enam tanggung jawab: menyelesaikan konflik secara beradab, mencegah eskalasi, melindungi korban, membangun budaya kepatuhan hukum, memberikan kepastian, dan menghadirkan edukasi.
Karena itu, keberhasilan penegakan hukum tidak cukup dihitung dari banyaknya tindakan. Ada hasil sosial yang lebih penting.
Tegas Tidak Berarti Kehilangan Kemanusiaan
Di titik ini muncul pertanyaan yang sering kali menjadi perdebatan—apakah polisi yang humanis berarti polisi yang lunak? Jawabannya tidak harus demikian.
Humanisme bukan lawan dari ketegasan. Kemanusiaan justru memberikan dasar moral bagi ketegasan.
Seorang polisi dapat bertindak tegas ketika tindakan tersebut memiliki dasar hukum, diperlukan untuk menghadapi ancaman, dilakukan secara proporsional, memiliki tujuan perlindungan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Yang menjadi persoalan bukan semata-mata apakah polisi memiliki kewenangan untuk bertindak. Terpenting adalah bagaimana kewenangan tersebut digunakan.
Sebab kewenangan yang sah secara hukum tetap membutuhkan etika, profesionalisme, pengawasan, dan akuntabilitas.
Di sinilah gagasan polisi sebagai Pejuang Kemanusiaan memperoleh maknanya.
Polisi sebagai Pejuang Kemanusiaan
Pada akhirnya, objek utama pemolisian adalah manusia.
• manusia yang harus dilindungi
• manusia yang memiliki hak
• manusia yang dapat menjadi korban
• manusia yang dapat menjadi saksi
• manusia yang dapat menjadi tersangka atau terdakwa
• manusia yang sedang mencari keadilan
Karena itu, siapapun yang berhadapan dengan polisi tidak boleh kehilangan martabat kemanusiaannya. Keadilan tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, akan tetapi proses juga penting.












