Nusantara

Bupati Hasbi dan Petani Tanam Padi PS 08, Lebak Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional

Admin
×

Bupati Hasbi dan Petani Tanam Padi PS 08, Lebak Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional

Sebarkan artikel ini
Bupati Hasbi dan Petani Tanam Padi PS 08
Bupati Lebak, Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya, turun langsung ke sawah bersama para petani dalam kegiatan penanaman padi varietas unggul PS 08 di Desa Kolelet Wetan, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Selasa (2/6/2026).

MITRAPOL.com, Lebak – Bupati Lebak, Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya, turun langsung ke sawah bersama para petani dalam kegiatan penanaman padi varietas unggul PS 08 di Desa Kolelet Wetan, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lebak memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program kedaulatan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas pertanian.

Penanaman padi PS 08 merupakan bagian dari Program Kedaulatan Pangan yang dilaksanakan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lebak, Yayasan Bhakti Bela Negara, dan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak. Program ini menargetkan peningkatan produktivitas padi hingga mencapai 8,7 ton per hektare.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Dewan Pengurus Nasional Bidang Ketahanan Pangan Yayasan Bhakti Bela Negara, Tri Martono, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan sejumlah pemangku kepentingan sektor pertanian.

Dalam sambutannya, Hasbi menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan ketahanan pangan nasional memerlukan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa mewujudkan cita-cita besar bangsa untuk ketahanan pangan nasional. Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dukungan dari Yayasan Bhakti Bela Negara menjadi kekuatan besar dalam membangun sektor pertanian,” ujarnya.

Menurut Hasbi, Kabupaten Lebak memiliki posisi strategis sebagai daerah penyangga kawasan aglomerasi Jakarta yang harus mampu berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Oleh karena itu, sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah selain pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik.

Ia juga mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memperkuat kolaborasi dan semangat gotong royong dalam menjalankan program pembangunan.

“Saya ingin mewujudkan pemerintahan yang bekerja secara bersama-sama. Semangat gotong royong harus terus dibangun agar program pembangunan berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Tri Martono menilai kegiatan penanaman padi tersebut merupakan bentuk dukungan konkret terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

“Hari ini bukan sekadar menanam padi. Ini adalah simbol dukungan terhadap upaya meningkatkan produksi pangan nasional, menyejahterakan petani, menjaga stabilitas harga pangan, dan mewujudkan kedaulatan pangan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran Bupati Lebak yang turun langsung ke sawah bersama para petani. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, menjelaskan bahwa demplot padi varietas PS 08 yang ditanam memiliki luas sekitar 10 hektare, menjadikannya salah satu demplot terbesar yang pernah dilaksanakan di Kabupaten Lebak.

“Biasanya demplot hanya satu sampai dua hektare, namun kali ini mencapai 10 hektare. Ini merupakan langkah strategis untuk mendorong peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Lebak,” jelasnya.

Rahmat mengungkapkan bahwa luas lahan sawah di Kecamatan Rangkasbitung mencapai sekitar 1.228 hektare, sementara Desa Kolelet memiliki sekitar 108 hektare lahan sawah. Kelompok tani yang terlibat dalam program tersebut saat ini mengelola sekitar 28 hektare lahan pertanian.

Menurutnya, penggunaan varietas unggul PS 08 diyakini mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan dibandingkan varietas yang selama ini digunakan petani.

“Produktivitas padi di Desa Kolelet saat ini berkisar antara 6,3 hingga 7 ton per hektare. Dengan varietas PS 08, kami menargetkan hasil panen dapat meningkat hingga sekitar 8,7 ton per hektare. Jika tercapai, pendapatan petani akan meningkat dan posisi Kabupaten Lebak sebagai lumbung pangan Provinsi Banten semakin kuat,” ujarnya.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Lebak berharap produktivitas pertanian terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung target kedaulatan pangan nasional.