MITRAPOL.com, Sukabumi Jabar – Seiring dengan curah hujan yang mulai turun disekitar wilayah kabupaten Sukabumi, di kampung-kampung yang areal pertanianya mengandalkan tadah hujan nampak para petani mulai turun ke ladang maupun sawahnya bersiap untuk mulai bercocok tanam
Adapun sebagian lagi yang masih ada sumber air dari wahangan/aliran sungai seperti di kampung Babakan wareng desa Cidadap justru saat ini baru saja selesai panen padi secara serentak
Salah seorang petani di kampung babakan wareng bah Beben menuturkan bahwa panen kali ini sangat luar biasa, terjadi peningkatan hasil panen yang hampir dua kali lipat “Alhamdulilah areal sawah seluas 4 patok atau setara dengan 2000 meter persegi bisa mendapatkan gabah 2,6 ton,” ujar bah Beben berbinar-binar
Ini tentu saja menjadi kebahagiaan tersendiri karena baru kali ini bisa mencapai hasil panen seperti ini
Pendampingan dari Jurnalis Sahabat Petani yang secara konsisten dan kontinyu mengajak para petani untuk bertani dengan menggunakan pupuk organik didesa Cidadap kecamatan Simpenan yang juga mendapat sambutan hangat dari pemerintah desa Cidadap dengan mengadakan penyuluhan kepada para poktan pada tanggal 2/10/2023 yang lalu kini mulai menampakkan hasil nyata
Sementara itu para petani yang bermukim di desa Loji, tetangga desa dengan Cidadap dan masih satu kecamatan Simpenan, tepatnya di kampung Pasir Bogor dan saat ini menjabat sebagai RK bapak Aim saat ini tengah mempersiapkan persemaian padinya, dan menurut rencana akan ditanam pada ahir bulan november ini, saya sudah mempersiapkan diri untuk musim tanam kali ini akan menggunakan pupuk organik ” ujarnya
Saya sudah mendapat informasi tentang keberhasilan petani di babakan wareng yang sukses dengan hasil panen melimpah tanpa menggunakan pupuk kimia, tanpa menggunakan pupuk bersubsidi, cukup dengan menggunakan pupuk organik Yomari” imbuhnya
Pun demikian para petani yang berlokasi di desa Bantargebang kecamatan Bantargadung yang berbatasan dengan wilayah kecamatan Warungkiara kabupaten Sukabumi ini tengah melakukan pengaplikasian pemupukan dengan memggunakan pupuk organik dengan cara disemprotkan langsung pada daun dan batang padi yang saat ini berusia sekitar 15 sampai dengan 20 hari (HST)
Di sekitar areal sawah yang terletak di desa Bantargebang ini ada beberapa petani yang mulai beralih dari pupuk kimia dan tentu saja tidak terpengaruh oleh kelangkaan pupuk bersubsidi diantaranya Mang Ujay, Mang Asep Dadan dan juga Ustad Dadan, sementara Mang Ujem yang berlokasi di dusun Cibalanak sebentar lagi sekitar 10 hari lagi akan panen hasil uji coba menggunakan pupuk organik Yomari Golde Organic meskipun pada awalnya sempat ragu, namun kini setelah melihat pertumbuhan dan hasilnya memuaskan.
Mang Ujem pun dengan tegas mengatakan,”Mulai musim tanam kali ini saya bersama sama para petani di dusun Cibalanak sudah tidak pusing lagi, biar saja pupuk urea, phonska langka kini sudah ada pupuk organik sebagai solusinya,” ujarnya.
Pewarta : Abas/Gunawan