Nusantara

Alun-Alun Rangkasbitung Disorot, Pengunjung Keluhkan Sampah dan Pedagang Tak Tertata

Admin
×

Alun-Alun Rangkasbitung Disorot, Pengunjung Keluhkan Sampah dan Pedagang Tak Tertata

Sebarkan artikel ini
Alun-Alun Rangkasbitung Disorot
Kondisi kebersihan Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (7/6/2026)

MITRAPOL.com | Lebak – Kondisi kebersihan Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sorotan sejumlah pengunjung. Minimnya fasilitas tempat sampah di kawasan ruang publik tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab sampah berserakan di area taman dan sekitar alun-alun, terutama saat akhir pekan dan pelaksanaan Car Free Day (CFD).

Agus, salah seorang pengunjung yang datang bersama anaknya untuk berolahraga saat CFD, mengaku prihatin dengan kondisi kebersihan di kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat tersebut.

Menurutnya, alun-alun yang dilengkapi area ramah anak seharusnya menjadi ruang publik yang bersih, nyaman, dan memberikan rasa aman bagi pengunjung, khususnya anak-anak.

“Ini merupakan alun-alun yang memiliki area bermain anak dan menjadi tempat masyarakat berolahraga maupun berekreasi bersama keluarga. Banyak pengunjung membawa makanan dan minuman, tetapi fasilitas tempat sampah sangat terbatas. Yang terlihat hanya berada di sekitar depan Kantor Bupati Lebak, sehingga sampah akhirnya berserakan dan mengganggu pemandangan,” ujar Agus kepada wartawan MITRAPOL.com di Alun-Alun Rangkasbitung, Minggu (7/6/2026).

Saat berkeliling kawasan alun-alun, Agus mengaku masih menemukan sejumlah sampah plastik, kemasan makanan, dan sisa konsumsi yang tercecer di beberapa sudut taman maupun jalur pejalan kaki.

Kondisi tersebut dinilai tidak mencerminkan lingkungan publik yang sehat dan nyaman, terlebih kawasan tersebut setiap hari ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai kalangan.

Ia berharap pengelola kawasan dapat menambah jumlah tempat sampah di sejumlah titik strategis agar pengunjung lebih mudah membuang sampah pada tempatnya.

“Kalau tempat sampah tersedia di banyak titik, masyarakat tentu akan lebih mudah menjaga kebersihan. Selain itu, kami juga melihat keberadaan pedagang yang belum tertata dengan baik karena dapat berjualan di berbagai lokasi tanpa pengaturan yang jelas,” katanya.

Selain meminta perhatian pemerintah daerah terkait fasilitas kebersihan, Agus juga mengajak pengunjung dan pedagang untuk memiliki kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan alun-alun.

Menurutnya, kebersihan ruang publik tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh pihak yang memanfaatkan fasilitas tersebut.

“Harapannya pengunjung maupun pedagang sama-sama memiliki kesadaran menjaga kebersihan. Jangan membuang sampah sembarangan. Jika tidak menemukan tempat sampah, sebaiknya disimpan terlebih dahulu atau dibawa pulang,” ujarnya.

Masyarakat berharap adanya peningkatan fasilitas kebersihan serta penataan kawasan yang lebih baik agar Alun-Alun Rangkasbitung sebagai ikon pusat kota Lebak dapat tetap menjadi ruang publik yang nyaman, bersih, dan ramah bagi seluruh pengunjung.